News

Sebut Salat Tidak Ada di Al-Qur'an, Ini 5 Fakta Mengejutkan Karier Ade Armando

Dosen Komunikasi di UI tersebut menghebohkan publik dengan pernyataan kontroversialnya.


Sebut Salat Tidak Ada di Al-Qur'an, Ini 5 Fakta Mengejutkan Karier Ade Armando
Pakar Komunikasi Ade Armando (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Nama Ade Armando kembali menjadi perbincangan warganet setelah melontarkan pernyataan kontroversial. Pernyataan dosen Universitas Indonesia yang memancing kontroversi dari berbagai pihak adalah terkait tidak adanya perintah salat lima waktu di kitab suci Al-Qur'an. 

Ade Armando selama beberapa tahun terakhir diketahui beberapa kali menjadi perbincangan nasional.

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta menarik terkait perjalanan karier Ade Armando. 

baca juga:

1. Anak dari diplomat

Ade Armando diketahui berasal dari keluarga yang dekat dengan pemerintahan Indonesia. Sang ayah, Mayor Jus Gani adalah seorang diplomat di era Soekarno. Namun, Jus Gani harus turun dari jabatannya setelah rezim Soekarno runtuh dan digantikan oleh kepemimpinan Soeharto. Ia pun diketahui tumbuh besar di Bandung dan Bogor sebelum akhirnya pindah ke Jakarta. 

2. Aktif organisasi

Selepas SMA, pria 60 tahun ini melanjutkan pendidikannya ke Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 1988 silam. Selama menjalani proses perkuliahan, Ade diketahui juga aktif dalam berbagai organisasi. Salah satu organisasi yang sangat lekat dengannya ketika kuliah adalah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). 

3. Akademisi

Setelah lulus sarjana, Ade melanjutkan pendidikan magister di Florida State University, AS dan berhasil lulus pada tahun 1991. Ia pun kembali ke Indonesia dan mulai menjadi dosen di UI. Bahkan, pada tahun 2001 silam, ia dipercaya sebagai Ketua Program S-1 Ilmu Komunikasi FISIP UI tahun 2001-2003. Kemudian, ia juga sempat menjadi Direktur Pengembangan Program Pelatihan Jurnalistik Televisi-Internews tahun 2001-2002. 

4. Sempat menjadi anggota KPI

Tidak hanya menjadi seorang akademis, Ade Armando juga kerap terlibat dalam berbagai organisasi di luar kampus. Ia sempat menjadi anggota Komisi Penyiran Indonesia periode tahun 2004-2007 silam. Pria kelahiran 24 September 1961 tersebut juga sempat mendapatkan penghargaan sebagai Wakil Indonesia dalam ‘International Visitor Leadership Program’ dari Kedubes AS dan sebagai salah satu dari 106 Pemimpin Muda Indonesia oleh PKS. 

5. Sebut salat 5 waktu tidak ada di Al-Qur'an

Pria yang kini menjabat seagai dosen Komunikasi di UI tersebut menghebohkan publik dengan pernyataan kontroversialnya. Ia menyatakan bahwa tidak ada perintah dalam menjalankan salat lima waktu di kitab suci Al-Qur'an. Selain itu, ia juga menambahkan bahwa perintah salat lima waktu hanya ada di hadis. 

Pernyataan ini pun mengundang komentar sejumlah pihak mulai dari MUI hingga sejumlah ustaz populer Indonesia.[]