News

Sebut Reklamasi Ancol Sudah Berjalan 11 Tahun, Anies: Tapi Berjalan Tenang-tenang Aja


Sebut Reklamasi Ancol Sudah Berjalan 11 Tahun, Anies: Tapi Berjalan Tenang-tenang Aja
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku reklamasi kawasan Ancol Timur dan Barat sudah berjalan selama 11 tahun atau sejak masa kepemimpinan mantan Gubernur Fauzi Bowo namun tak ada masyarakat yang protes. 

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengaku proyek itu berjalan tenang-tenang saja lantaran dikerjakan sesuai aturan dan tidak mengganggu kehidupan warga sekitar khususnya masyarakat nelayan.

“Lalu Selama 11 tahun ini berjalan tenang-tenang aja. Mengapa? Ya sederhana. Karena penimbunan ini tidak mengganggu kegiatan nelayan. Kawasan ini jauh dari perkampungan nelayan,” kata Anies dalam video yang diunggah di kanal youtube milik Pemprov DKI yang dikutip AKURAT.CO, Sabtu (11/7/2020).

Tak hanya itu, Anies mengaku pembangunan proyek pulau buatan ini juga sudah melalui kajian yang mendalam dimana PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk selaku pengembang diwajibkan membuat Analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) dari proyek tersebut.

“Kawasan ini berdampingannya dengan apa? Berdampingan dengan kawasan industri Ancol, dengan pelabuhan Tanjung Priok, dengan daerah pantai Taman Impian Jaya Ancol. Dan terkait lingkungan hidup, pihak Ancol diwajibkan untuk melakukan AMDAL dan semua kewajiban turunannya,” ujarnya.

Lantaran menyebut proyek sesuai prosedur dan aturan yang berlaku, Anies menegaskan perluasan lahan di kawasan ini berbeda dengan reklamasi 17 pulau yang sudah ia cabut izin pembangunannya.

“Karena itu, saya tegaskan bahwa pelaksanaan pengembangan kawasan Ancol ini memang bukan bagian dari proyek reklamasi yang bermasalah itu,” tandasnya. 

Lebih jauh, Anies menjelaskan, penimbunan laut ini merupakan kelanjutan dari proyek pengerukan waduk dan sungai di Jakarta yang dangkal melalui program Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) atau dikenal Proyek Darurat Penanggulangan Banjir Jakarta atau Jakarta Urgent Flood Mitigation Project (JUFMP). 

Proyek ini digagas oleh Gubernur Fauzi Bowo sebagai upaya menekan bencana banjir yang melanda Jakarta di setiap musim penghujan. Dimana lumpur hasil kerukan sekitar 30 waduk dan 13 sungai di Jakarta itu di buang di kawasan Ancol yang kemudian dimanfaatkan untuk mereklamasi Ancol Barat dan Timur seluas 155 hektare.

“Lumpur hasil kerukan itu dikemanakan? Lumpur itu kemudian ditaruh di kawasan Ancol. Dan proses ini sudah berlangsung cukup panjang. Bahkan menghasilkan lumpur yang amat banyak 3,4 juta meter kubik (m3).Nah, lumpur ini kemudian dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan Ancol,” tukasnya.[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co