Rahmah

Sebut Radikalisme dapat Memicu Terorisme, Wapres: Harus Kita Cegah

Wapres Ma'ruf Amin menyampaikan bahwa para ulama telah memainkan peran kunci dalam mewujudkan pemahaman Islam secara moderat dan toleran.


Sebut Radikalisme dapat Memicu Terorisme, Wapres: Harus Kita Cegah
Wapres Ma'ruf Amin dalam Halaqah Kebangsaan I yang diselenggarakan Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme Majelis Ulama Indonesia (BPET-MUI) melalui tayangan video dari Jakarta, Rabu (26/1/2022). (Tangkapan Layar YouTube Official TVMUI)

AKURAT.CO  Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin mengatakan, Islam di Indonesia datang dan berkembang dengan cara yang damai. Hal tersebut ia sampaikan dalam Halaqah Kebangsaan I yang diselenggarakan Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme Majelis Ulama Indonesia (BPET-MUI) melalui tayangan video dari Jakarta, Rabu (26/1/2022).

Islam di Indonesia, kata Wapres Ma'ruf Amin merupakan Islam Wasathiyah atau Islam jalan tengah yang moderat dan dapat dicirikan dalam kehidupan yang damai dan baik. Sebab Indonesia menjadi tuan rumah bagi populasi Muslim terbesar di dunia. 

Oleh karena itu, Wapres Ma'ruf Amin bersyukur jika umat Islam di Indonesia mampu hidup rukun berdampingan dengan agama lain. Bahkan hal itu sudah terjadi sebelum Republik Indonesia berdiri.

baca juga:

"Kita bersyukur karena umat Islam di Indonesia hidup berdampingan dalam perdamaian dan kerukunan bersama pemeluk agama lain bahkan sejak sebelum republik ini berdiri," tutur Wapres Ma'ruf Amin.

Dalam hal ini, Wapres Ma'ruf Amin menyebut bahwa Indonesia pantas menjadi salah satu model perdamaian dan persatuan keberagaman. Karena itu, banyak negara di dunia yang berharap jika Indonesia sebagai pemimpin dari perdamaian tersebut.

"Maka rasanya tidak berlebihan jika kita dinilai oleh masyarakat dunia sebagai salah satu model yang patut menjadi contoh untuk menjaga perdamaian dan persatuan dalam keberagaman," kata Wapres Ma'ruf Amin.

"Dan tidak berlebihan pula jika kita diharapkan oleh banyak pihak untuk memimpin dalam menciptakan perdamaian di dunia melalui penyebaran nilai-nilai moderasi Islam Wasathiyah," imbuhnya.

Selain itu, Wapres juga menyampaikan bahwa para ulama telah memainkan peran kunci dalam mewujudkan pemahaman Islam secara moderat dan toleran. Karena menurut Wapres Ma'ruf Amin, ulama merupakan pewaris para Nabi dan obor keteladanan bagi umat.

"Saya optimis jika Ulama di Indonesia bersatu padu terus dalam merawat dan meningkatkan moderasi Islam ini, maka Islam Wasathiyah di Indonesia akan terus menjadi poros pancaran, harapan bagi lahirnya dunia yang damai sebagai awal menuju dunia yang lebih sejahtera," jelas Wapres Ma'ruf Amin.

Wapres Ma'ruf Amin juga memahami jika radikalisme dapat memicu munculnya ekstrimisme dan terorisme yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan bangsa. Oleh karena itu, Wapres mendorong kepada semua pihak untuk mecegah tindakan radikalisme.

"Kita memahami bahwa paham radikalisme dapat memicu munculnya ekstrimisme dan terorisme yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan bangsa ini. Ini harus kita cegah bersama," tandas Kiai kelahiran Tangerang 11 Maret 1943 tersebut. []