Olahraga

Sebut Karantina Bikin Trauma, Djokovic Ragu ke Australia Terbuka

Novak Djokovic termasuk orang yang tak mau mengungkap status vaksinasinya.


Sebut Karantina Bikin Trauma, Djokovic Ragu ke Australia Terbuka
Petenis ranking satu dunia, Novak Djokovic, dalam sesi latihan di Roma, Italia, 14 September 2020. (REUTERS/Clive Brunskill)

AKURAT.CO, Petenis ranking satu dunia, Novak Djokovic, mulai meragu untuk datang ke Australia Terbuka 2022. Petenis asal Serbia itu mengkhawatirkan kebijakan karantina yang ketat yang diterapkan Pemerintah Australia berdasarkan pengalaman turnamen tahun ini.

Dalam wawancara dengan surat kabar harian Serbia, Blic, Djokovic menyebut bahwa pengalaman karantina 14 hari di Australia Terbuka pada awal tahun ini merupakan trauma bagi yang menjalaninya.

Beberapa dari petenis yang tidak terpapar virus corona (Covid-19) bahkan harus menjalani karantina tanpa bisa berlatih hanya karena mereka menumpang pesawat yang sama dengan orang yang dinyatakan positif Covid-19.

“Masalah utama adalah jika Anda satu pesawat dengan seseorang yang positif (Covid-19), apakah mereka sudah divaksin atau belum, Anda otomatis harus tinggal di kamar Anda selama 14 hari,” kata Djokovic sebagaimana dipetik dari The Guardian.

“Itu yang terjadi dengan Viktor Troicki pada Januari tahun ini. Tidak hanya dia tetapi 70 pemain harus berada dalam karantina (ketat). Saya ngobrol banyak dengan para pemain dan itu masih menjadi kemenangan buruk bagi semuanya.

“Jadi, saya tidak tahu apakah saya bakal pergi ke Australia (atau tidak). Saya tidak tahu apa yang terjadi. Saat ini, situasinya sama sekali tidak baik.”

Khusus untuk Djokovic, persoalan bagi petenis dengan rekor gelar grand slam ini adalah vaksinasi. Djokovic menyatakan bahwa dia tidak akan mengungkapkan status vaksinasinya jika Australia Terbuka mewajibkan petenis melakukan vaksinasi.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, sebenarnya sudah memberikan lampu hijau bagi petenis yang belum divaksin untuk datang ke negaranya dengan syarat melakukan karantina 14 hari.

Pun demikian, Morrison juga menyerahkan keputusan terhadap Pemerintah Victoria sebagai otoritas area penyelenggaraan Australia Terbuka. Persoalannya, Gubernur Victoria, Dan Andrews, menyatakan bahwa ia tidak memberikan pengecualian pada siapapun karena vaksinasi wajib di kawasannya.

Australia Terbuka 2022 sendiri dijadwalkan dihelat di Melbourne Park, Melbourne, pada 17-30 Januari mendatang. Perdebatan soal vaksinasi ikut memperumit keberadaan Australia Terbuka karena sudah masuk ke dalam perdebatan antara para politisi.[]