Olahraga

Sebut Dirinya "Gaib", Semenya Yakin Lolos ke Olimpiade Tokyo


Sebut Dirinya
Pelari asal Afrika Selatan, Caster Semenya berhasil memenangi jarak 2,000 meter. ( REUTERS/Ibraheem Al Omari)

AKURAT.CO, Juara lari 800 meter olimpiade asal Afrika Selatan, Caster Semenya, percaya diri bakal lolos ke Olimpiade Tokyo 2020 untuk nomor 200 meter. Semenya beralih ke lari jarak pendek demi menghindari aturan pengurangan kadar testoteron pada atlet dengan kelainan perkembangan seksual (DSD) di nomor 400 meter sampai satu mil.

Semenya menyertai kepercayaan dirinya dengan menyebut dirinya “supranatural (gaib)”. Saat ini, ia sudah mencatatkan waktu terbaik 23,49 detik sementara untuk lolos ke Tokyo setidaknya ia harus menempuh jarak 200 meter dalam waktu 22,80 detik.

“Itu (turun di nomor 200 meter) memungkinkan. Saya menyebut diri saya supranatural jadi saya bisa melakukan apapun yang ingin saya lakukan. Ini semua tentang kerja keras,” kata Semenya sebagaimana dipetik dari Reuters.

“Saya seorang atlet bertenaga. Saya bisa melakukan (lari) dari 100 (meter) hingga maraton. Saya memiliki tenaga dan kecepatan yang bisa membantu saya berlari di 800 (meter), tetapi jelas sejak usia muda saya juga melakukan 200 meter.”

Tahun lalu, Pengadilan Arbitrase Internasional (CAS) menolak gugatan banding Semenya terhadap aturan pengurangan kadar testoteron untuk atlet dengan DSD pada nomor 400 meter hingga satu mil yang dikeluarkan Asosiasi Federasi Atletik Internasional (IAAF).

Semenya kemudian meneruskan bandingnya ke Pengadilan Federal Swiss karena CAS bernaung di Swiss namun putusan sedianya diumumkan pertengahan tahun ini. Jika bandingnya dikabulkan, maka atlet berusia hanya punya sedikit waktu persiapan sebelum Olimpiade Tokyo 2020 dibuka pada 24 Juli nanti.

Tentang lari 200 meter, Semenya mengaku ia pernah menjajal nomor itu di usia muda namun beralih ke jarak menengah karena kekurangan pelatih di daerah tempatnya tinggal di Limpopo.

“Selalu mudah bagi saya untuk menggunakan tenaga (lari jarak pendek), saya terlahir dengan tenaga. Tapi dengan kondisi yang saya miliki di Limpopo, saya tidak punya pelatih jadi saya harus memilih pindah ke jarak menengah,” ucap Semenya.

“Saya pernah melakukan 200 meter dari usia 12 (tahun). Saya tidak tahu di mana (posisi) saya sekarang (jika saya tetap di nomor 200 meter).”[]