News

Sebut Cemarkan Nama Baik, Paguyuban Lesehan Malioboro Siap Tuntut Wisatawan yang Viralkan Harga Pecel Lele

Dari penelusuran diperoleh bahwa warung itu berlokasi di sirip timur Malioboro, yang pengaturannya berada di wilayah kecamatan, bukan oleh UPT Malioboro.


Sebut Cemarkan Nama Baik, Paguyuban Lesehan Malioboro Siap Tuntut Wisatawan yang Viralkan Harga Pecel Lele
Ilustrasi hidangan pecel lele. (istockphoto.com)

AKURAT.CO, Paguyuban Lesehan Malam Malioboro menyatakan bakal melayangkan gugatan terhadap wisatawan yang mengeluhkan harga mahal seporsi pecel lele di Malioboro, Kota Yogyakarta. Mereka menuntut sang wisatawan menarik ucapannya atau membuat klarifikasi.

"Teman-teman (pedagang Malioboro) berencana kalau tidak segera ditarik atau klarifikasi akan kita gugat balik, karena mencemarkan nama Malioboro. Itu (lokasi) di luar Malioboro tetapi yang disebut di Malioboro," ujar Ketua Paguyuban Lesehan Malam Malioboro, Sukidi, Jumat (28/5/2021).

Sebelumnya, sebuah video TikTok milik akun @aulroket viral di media sosial. Video tersebut menampilkan keluhan seorang wisatawan akan harga pecel lele di salah satu warung lesehan Malioboro. Dia menganggap harga seporsi pecel lele di sana tak masuk akal.

Wisatawan tersebut bercerita dikenai biaya Rp27 ribu untuk seporsi nasi putih dan lele tanpa lalapan. Kemudian harus membayar Rp10 ribu lagi untuk menambah lalapan.

Namun, hasil penelusuran jajaran Kecamatan Danurejan diperoleh fakta bahwa warung yang dimaksud akun @aulroket berlokasi di Jalan Perwakilan atau sirip timur Malioboro. Meski berkonsep lesehan, bentuknya lebih menyerupai rumah makan ketimbang warung kaki lima. 

Hal ini pun sudah dipastikan oleh Forum Komunikasi dan Koordinasi Perwakilan (FKKP).

Maka dari itu, Sukidi menilai apa yang telah dilakukan wisatawan tersebut, apalagi dengan menjadikannya viral di media sosial, telah merugikan para pedagang kaki lima di Jalan Malioboro. 

"Teman-teman merasa dirugikan dengan statement mbaknya yang pengen viral itu mungkin," kata Sukidi.

Sukidi menerangkan, area sirip-sirip Malioboro pengaturannya berada di wilayah kecamatan, yakni Danurejan, Gedongtengen, dan Gondomanan. Sementara kawasan Malioboro ditangani oleh UPT Malioboro.

Lebih jauh, dirinya memastikan jika seluruh pedagang di bawah naungan paguyuban telah memampang daftar harga sebagai syarat berjualan di Jalan Malioboro. Hal ini demi mengantisipasi adanya kerek harga atau nuthuk.

"Kita koreksi juga pedagang sudah pasang daftar harga kalau merasa dijebak," pungkasnya.[]