News

Sebut Anies Terima Gratifikasi, M Taufik: Denny Siregar Belum Move On

Denny Siregar dinilai belum bisa move on dari Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.


Sebut Anies Terima Gratifikasi, M Taufik: Denny Siregar Belum Move On
Denny Siregar (Twitter/@Dennysiregar7)

AKURAT.CO, Politisi Gerindra DPRD DKI Jakarta M Taufik menilai pegiat media sosial Denny Siregar belum bisa move on dari Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

Hal ini menanggapi isu gratifikasi yang dialamatkan kepada Gubernur Anies Baswedan. Isu itu dihembuskan Denny Siregar beberapa hari lalu, dimana Anies Baswedan disebut menerima rumah mewah dari pengembang reklamasi.

“Denny siregar kan emang belum move on aja,” kata Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat, Senin (24/5/2021).

Pada Pilkada DKI 2017 lalu, Denny Siregar memang dikenal sebagai salah satu loyalis pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)- Djarot Saiful.

Menurut Taufik Denny Siregar masih belum bisa menerima kekalahan pasangan yang didukungnya saat itu. 

“Dia maunya calon dia yang menang. Itu doang,” tegas Taufik.

Taufik mengatakan, seharus Denny Siregar bisa lebih dewasa dalam berpolitik.

Kalah menang dalam sebuah hajatan politik kata Taufik adalah hal biasa. Jangan sampai hal ini justru dibawa hingga bertahun-tahun dan kerap melempar isu yang bersifat menyerang lawan politik tapi berujung hoaks.

“Terus kalau orang lain yang menang dianggap enggak bener, kalau dia memang benar. Itu kan enggak benar,” tuturnya.

Taufik kemudian mendoakan Denny Siregar mendapat pencerahan secara spiritual. Taufik menilai Denny Siregar terlampau jahat dengan menyebarkan isu gratifikasi itu.

“Jadi ya mudah-mudahan setelah membuat isu keliru itu ada kesadaran spiritual ya buat para penyebar fitnah itu, kembali ke jalan yang lurus,” tuturnya.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu menyebut masyarakat Jakarta juga akan menilai mana isu yang benar dan yang tidak benar.

Kata Taufik foto rumah mewah yang disebut diberikan kepada Anies Baswedan itu adalah gambar yang dicomot dari Internet. Kekinian foto rumah itu disebut berlokasi di kawasan di Jakarta Timur.

“Pada akhirnya masyarakat paham, ya kita kan enggak boleh mendoakan yang jelek, kita doakan saja yang baik. Semoga ada kesadaran spiritual, apa yang dilakukannya itu keliru, dan bisa merusak orang,” tuturnya.[]