News

Sebelum Meninggal, Pasien COVID-19 ini Beri Pesan kepada Warga yang Menyepelekan Vaksin COVID-19

Keenan dinyatakan positif pada 2 Juli, setelah menjalani hasil tes aliran lateral (LFD).


Sebelum Meninggal, Pasien COVID-19 ini Beri Pesan kepada Warga yang Menyepelekan Vaksin COVID-19
Setelah di rumah sakit, Matthew Keenan memberi tahu teman-temannya bahwa dia berharap mendapatkan vaksin COVID-19 (Leanne Chyene/MEN Media via Daily Mail)

AKURAT.CO Kisah pasien COVID-19 asal Bradford, Inggris yang bernama Matthew Keenan ramai jadi perbincangan publik hingga media massa. Terlebih kisahnya telah menjadi pembelajaran berharga bagi warga dunia yang masih menyangsikan manfaat dari vaksin corona.

Seperti diwartakan Daily Mail hingga Miror, Keenan sempat terang-terangan mengaku skeptis terhadap vaksin COVID-19 dan akhirnya ia terjangkit virus corona. Keenan dinyatakan positif pada 2 Juli, setelah menjalani hasil tes aliran lateral (LFD).

Saat sakit itulah, Keenan menggambarkan rasanya sakit COVID-19. Awalnya, Keenan mengaku mengalami demam, badan terasa dingin dan panas. Keenan pun menggambarkan gejalanya seperti 'ditabrak truk'.

Penggemar Liverpool itu juga menambahkan bahwa sakit punggung telah membuat kondisinya makin buruk. 

"Ini yang paling buruk yang pernah saya alami dan saya merasa ini semakin semburuk. Aku sangat menderita. COVID-19 itu nyata," tulis Keenan mengakhiri postingannya. 

Keenan memang terbilang masih muda dan berada dalam kelompok yang tidak rentan seperti para lansia. Ia berusia 34 tahun dan merupakan pria yang aktif menjalani profesinya sebagai pelatih sepak bola. Namun, infeksi COVID-19 tak lantas membuatnya bebas dari gejala berat. 

Bahkan pada awal bulan ini, Keenan sampai harus dirawat di rumah sakit di Bradford Royal Infirmary dan ditempatkan dalam koma yang diinduksi. Gambar perjuangan Keenan melawan virus COVID-19 ini sempat diunggah oleh Dr Leanne Cheyne. Ia adalah konsultan pernapasan di rumah sakit West Yorkshire.

Dalam foto yang dibagikan Cheyne itu, terlihat Keenan memakai masker oksigen yang terhubung ke ventilator. Dalam unggahan Cheyne itu jugalah, diketahui, Keenan begitu menyesal karena tidak mengambil vaksin COVID-19. Karena kasus Cheyne inilah, Cheyne ikut mendesak warga lain agar segera mencari akses vaksin COVID-19. Mengingat, beberapa pasiennya juga bernasib sama seperti Keenan. Mereka berusia di bawah 40 tahun, tapi  justru memiliki gejala berat. Ini terutama terjadi karena mereka belum divaksin. 

"Matthew telah setuju ceritanya dibagikan. Ia adalah pelatih sepak bola dan seorang ayah berusia 34 tahun. Dia mengaku sendiri bahwa sebelum terjangkit COVID-19, ia skeptis terhadap vaksin. Jika dia bisa memutar waktu, dia akan melakukukan vaksinasi. Beberapa pasien kami yang paling sakit tidak divaksinasi dan di bawah 40 tahun. Matthew berjuang untuk hidupnya.. selamatkan nyawa Anda," tulis Cheyne.

Sebelum Meninggal, Pasien Muda COVID-19 ini Beri Pesan Penting kepada Warga yang Masih Skeptikal terhadap Vaksin COVID-19 - Foto 1
 Twitter/@leanne_cheyne via Daily Mail

Namun, pada Senin (26/7) waktu setempat, Keenan dikonfirmasi meninggal karena COVID-19. Penghormatan pun langsung mengalir untuk Keenan. Teman-temannya pun mengatakan sangat kehilangan. 

"Keenan adalah sosok ayah yang setia, teman yang fantastis, dan pelatih yang tak terkalahkan. Kondisinya memang sempat memburuk, dan dia menyesal karena tidak mengambil vaksin COVID-19. Saya tidak percaya dia sudah pergi, dia adalah orang yang paling menyenangkan yang pernah saya temui," kata sahabat Keenan, Billy Brown sembari terus menangis. 

"Sangat mengejutkan karena pagi ini, bangun dengan berita duka dari Matthew Keenan. Pemuda top seperti dia pergi terlalu cepat. Ia dihormati oleh semua orang. Hati saya untuk semua keluargan Keenan yang ditinggal," tambah juru bicara Bradford Sunday Alliance Football League.

Baca Juga: Jumlah Kasus Tembus 50 Ribu Sehari, Pencabutan Pembatasan COVID-19 di Inggris Tuai Kontroversi

Sementara itu, Inggris sampai saat ini membukukan total kasus infeksi dengan angka menembus 5,7 juta  kasus. Sedangkan jumlah keseluruhan kematian COVID-19 menurut Worldometers adalah sebanyak 129.172 kasus.