Tech

Sebar Data Pribadi Pengguna, Twitter Dijatuhi Denda Rp 2.1 Trilliun

Diduga telah menyebarkan data pribadi milik pengguna, kini Twitter dijatuhi denda.


Sebar Data Pribadi Pengguna, Twitter Dijatuhi Denda Rp 2.1 Trilliun
Aplikasi Twitter. (pexels.com/brettjordan)

AKURAT.CO - Diduga telah menyebarkan data pribadi milik pengguna, kini Twitter dijatuhi denda.

Departemen Kehakiman AS dan juga Komisi Perdagangan Federal (FTC) memberikan sanksi berupa denda terhadap Twitter sebesar 150 juta dolar AS atau setara Rp2,1 triliun.

Hal tersebut, karena twitter telah melanggar privasi pengguna berupa penggunaan data nomor telepon untuk penargetan iklan.

baca juga:

Dikutip dari Reuters, Jumat (27/5/2022), Twitter telah melakukan pelanggaran privasi pengguna. Sehingga, keamanan data pengguna kini dipertanyakan.

Atas kesalahannya, Twitter bersedia membayar denda yang dijatuhkan.

"Twitter menyatakan kepada pengguna bahwa mereka mengumpulkan nomor telepon dan alamat email mereka untuk mengamankan akun mereka, namun ternyata Twitter gagal mengungkapkan bahwa itu juga menggunakan informasi kontak pengguna untuk membantu pengiklan dalam menjangkau audiens pilihan mereka," ungkap dokumen pengadilan membahas tuntutan tersebut.

Kepala privasi Twitter Damien Kieran menyampaikan, atas hal tersebut dilakukan penyelesaian dengan menyelaraskan para agensi iklan.

Pasalnya, Twitter merupakan layanan gratis yang menghasilkan uang terutama melalui iklan.

Sementara itu, Miliarder Elon Musk yang sempat berjanji jika Twitter dibawah kepemimpinannya akan mendiversifikasi sumber pendapatan tak cuma dari iklan.

"Jika Twitter tidak jujur di sini, apa lagi yang tidak benar? Ini berita yang sangat memprihatinkan," ujar Musk dalam tweet pada Rabu malam.