News

Sebal Parade Militernya Dipantau, Adik Kim Jong-un Sebut Korea Selatan Idiot

Sebal Parade Militernya Dipantau, Adik Kim Jong-un Sebut Korea Selatan Idiot
Kim Yo-jong menyebut Korea Selatan idiot setelah negara itu membocorkan informasi digelarnya parade militer Korea Utara pada Minggu (10/1) (Associated Press)

AKURAT.CO, Adik Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyebut Korea Selatan 'idiot' setelah parade militer mereka yang tampaknya diadakan di Pyongyang akhir pekan ini menuai perhatian.

"Kami hanya mengadakan parade militer di ibu kota, bukan latihan militer yang menargetkan siapa pun atau meluncurkan apa pun. Mengapa mereka repot-repot menjulurkan leher demi mengikuti apa yang terjadi di utara. Orang selatan adalah geng yang benar-benar aneh dan sulit dimengerti," ujar Kim Yo-jong, dilansir dari KCNA via CNN.

Komentar Kim Yo-jong dilontarkan saat Korea Utara mengadakan agenda politik yang penting selama seminggu, yaitu Kongres Partai Buruh ke-8. Kongres itu diadakan agar para penguasa Korea Utara berkumpul dan introspeksi atas keberhasilan sekaligus kegagalan di tahun-tahun lalu, kemudian menetapkan agenda untuk waktu dekat.

baca juga:

Kongres ini biasanya diadakan setiap 5 tahun sekali. Namun, ayah sekaligus pemimpin terdahulu Kim Jong-il berhenti mengadakannya setelah tahun 1980. Kim Jong-un pun menghidupkan kembali pertemuan itu pada 2016.

Para ahli berspekulasi kalau Kongres ini bakal diakhiri dengan parade militer. Namun, hingga Rabu (13/1) sore di Semenanjung Korea, media pemerintah Korea Utara belum merilis foto atau video apa pun dari acara semacam itu.

Di sisi lain, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengklaim pada Senin (11/1) bahwa mereka telah mendeteksi tanda-tanda parade militer yang berlangsung di Korea Utara pada Minggu (10/1) malam. Negara yang dipimpin Kim Jong-un itu pun biasanya merilis video propaganda yang digarap secara apik dari acara ini, alih-alih menayangkannya secara langsung.

Parade ini tampaknya dibenarkan oleh Kim Yo-jong sambil mengejek Korea Selatan yang disebutnya buang-buang waktu. Parade ini menawarkan petunjuk berharga soal sistem senjata di negara yang terkenal sangat tertutup itu. Dipantaunya parade militer ini pun membuat Kim Yo-jong berpendapat Seoul menggunakan pendekatan permusuhan terhadap sesama warga di utara melalui mata-matanya.

"Apa mereka benar-benar tidak punya pekerjaan selain mengerahkan badan militernya untuk melancarkan 'pelacakan presisi' pada perayaan di utara?" cibirnya.[]