image image image image image image image image image image image image

Emas (Terakhir) dan Senjakala Maria Londa di Clark City

Hervin Saputra

Maria Natalia Londa

Image

Atlet Lompat Jauh Maria Natalia Londa saat tampil dalam nomor lompat jauh putri SEA Games 2019 di Stadion Atletik New Clark City, Filipina, Minggu (8/12/2019). Maria Londa berhasil mencatatkan lompatan sejauh 6,47 meter, mengalahkan atlet asal Thailand peraih perak, Parinya Chuaimaoreng dengan lompatan sejauh 6,23 meter dan wakil Vietnam, Vu Thi Mong Mo, yang melompat sejauh 6,16 meter. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Usai seremoni pengalungan medali lompat jauh SEA Games Filipina 2019 di Stadion New Clark City di Clark, Filipina, Minggu (8/12), Maria Natalia Londa melangkah ke mixed zone di mana hanya ada sekitar empat wartawan Indonesia yang memanggil-manggil namanya.

Dengan langkah rileks, atlet kelahiran Denpasar, Bali, 29 Oktober 1990, itu menghadapi wartawan dengan air muka yang ringan dan tampak lega. Di dalam tas yang disandangnya, Maria sudah pasti menyimpan medali emas lompat jauh yang baru saja diraihnya.

“Hari ini, kemarin malam sudah dirilis pegel-pegel-nya, semuanya hari ini berjalan lancar, sesuai dengan proses latihan, tanpa ada halangan cedera atau pun yang lainnya,” kata Maria.

baca juga:

Kemenangan di Clark bukan sekadar kemenangan biasa bagi Maria mengingat emas SEA Games bukanlah hal baru baginya. Namun, sukses tersebut adalah kebangkitan setelah ia mengalami cedera panjang yang menempatkannya dalam situasi meragukan kepercayaan dirinya.

Memulai karir profesionalnya sejak 2000, Maria mendarat di Pelatihan Nasional PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) pada 2002. Atlet yang telah tiba pada SEA Games keenamnya di Filipina tersebut mulai mengalami titik balik pada 2015 setelah ia membanggakan Indonesia dengan meraih emas lompat jauh di Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan.

Setelah mempersembahkan emas di Incheon dan mempertahankan gelarnya di nomor lompat jangkit dan lompat jauh pada SEA Games Singapura 2015, Maria mulai membiasakan diri bergaul dengan cedera.

Ekspresi Kegembiraan Maria Londa Rebut Emas dari L. AKURAT.CO/Sopian.

“(Cedera saya) sejak 2015 setelah lolos olympic, SEA Games Singapura, lutut kanan-kiri, ligamen, sampai sekarang masih terapi,” ucap Maria.

Nyeri karena cedera tersebut membuat Maria tak bisa mempertahankan gelarnya di SEA Games Kuala Lumpur 2017 di mana ia hanya bisa meraih perak dan, yang paling sulit, gagal mempertahankan gelar ketiga Asian Games dilaksanakan di Indonesia tahun lalu.

Itu sebabnya, apa yang dicapainya di Filipina tahun ini terasa bagaikan arus deras air yang terlepas dari bendungannya. Atlet yang menduduki ranking ke-70 dunia sebagai ranking terbaiknya tersebut seakan mendapatkan kembali kepercayaan dirinya.

“Sebenarnya (emas di Filipina) melebihi target pribadi saya. Karena kan keluar dari riwayat cedera yang panjang itu kadang-kadang membuat rasa percaya dirinya jauh di bawah kadarnya, jadi puji Tuhanlah hari ini dikasih pengembalian kepercayaan diri lagi,” kata Maria.

Belum Melihat Karir sebagai Pelatih

Di balik gaya bicaranya yang lembut, Maria agaknya adalah sosok yang cukup emosional. Itu tampak ketika ia membicarakan kemungkinannya untuk terlibat sebagai pelatih di kala ia mengisyaratkan akan menjadikan SEA Games Filipina sebagai perlombaan internasional terakhirnya.

Aduh, saya kayak-nya untuk jadi pelatih mental sama kesabaran saya enggak kayak pelatih saya. Karena kayak-nya saya lihat pelatih saya ngelatih saya satu aja pusing, apalagi saya disuruh latih orang lain, sabar saya belum kayak orang lain, belum sanggup,” katanya.

Namun, pengalamannya jelas dibutuhkan bagi Indonesia. Pasalnya, jauh sebelum Lalu Muhammad Zohri menjadi juara dunia lari 100 meter di Tampere, Finlandia, pada 2018, Maria adalah etalase terdepan Atletik Indonesia.

Kejutan terbesar jelas ketika ia meraih medali emas lompat jauh di Asian Games 2014. Di mana emas yang direbutnya merupakan yang pertama bagi Indonesia dalam 16 tahun setelah terakhir kali Supriati Sutono memenangi lari 5.000 meter ketika Asian Games dihelat di Bangkok, Thailand, pada 1998.

Raih Emas, Maria Londa Catatkan Lompatan Terjauh. AKURAT.CO/Sopian.

Namun, Maria tidak punya banyak waktu lagi. Dengan usianya yang sudah 29 tahun dan sudah malang-melintang di dunia Atletik selama 20 tahun, Maria telah melihat senjakala di langit Stadion Atletik New Clark City akhir pekan lalu.

“Sepertinya (SEA Games Filipina 2019) ini menjadi penutup, tapi nanti bagaimana PB PASI (saja), (mungkin) untuk mendampingi atlet junior mungkin saya bisa bertahan, tapi tidak akan lama,” kata Maria.

“Sebenarnya (niat pensiun) sudah dari awal tahun kemarin, Cuma mau bertahan benar-benar mau mau menutup 20 tahun, biar genap, bertahan dengan semua proses cedera, sempat putus asa, itu yang benar-benar membuat (kerja keras) saya  akhirnya semuanya terbayarkan (dengan emas SEA Games 2019).”

Selain itu, pasca SEA Games 2019 Maria bersiap untuk menjalani impiannya sebagai seorang wanita, yakni memiliki bayi. Ya, Maria kini sedang memprogramkan untuk menjadi seorang ibu.

“Sebenarnya sudah mulai program (untuk hamil). Mudah-mudahan diberkati, kalau enggak (tetap bertanding), (mungkin) rezekinya di baby,” kata Maria.

Sebelum melambaikan salam perpisahan, Maria juga meyakinkan calon atlet yang kini masih berada di usia junior bahwa menjadi atlet adalah hal yang menjanjikan. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa atlet harus pandai-pandai mengendalikan “uang” yang mereka dapatkan hasil dari keterlibatan mereka dalam kejuaraan.

“Sebenarnya menjadi atlet itu satu, pintar-pintar kita menyimpan apa yang kita punya, apa yang kita dapatkan, bonus semuanya sudah besar, pekerjaan sudah diberikan, asal jangan terlena dengan apa yang diberikan, udah itu aja,” katanya.

Raih Emas, Maria Londa Catatkan Lompatan Terjauh. AKURAT.CO/Sopian.

Tugas lain yang harus dihadapi Maria adalah memberikan bantuan kepada PB PASI untuk mengisi kekosongan atlet lompat jauh yang tampaknya belum hadir hingga saat ini.

Maria sadar bahwa kekosongan tersebut bisa dikatakan sebagai “putusnya generasi” atlet putri di nomor lompat jauh sebagaimana dikatakan oleh pelatih Maria bahwa belum ada yang “sehebat” Maria hingga saat ini.

“Pendampingan saja karena kalau untuk melatih mungkin belum, tapi mendampingi coach untuk tetap berada di lapangan mendampingi adik-adik junior remaja untuk tetap berprestasi, tetap disiplin, tetap menerima proses dan menjalani proses yang ada,” ucap Maria.

“(PB PASI) hendaknya memberikan kesempatan untuk atlet remaja junior ikut pelatnas, kejuraaan yang lebih banyak di standar usia mereka, agar mereka mentalnya terbina sejak awal, jangan langsung diberikan kejuaraan yang besar, kejuaraan yang sesuai dengan jenjang usianya,” kata Maria.[]

Editor: Hervin Saputra

berita terkait

Image

Olahraga

Kejuaraan Atletik Eropa 2020

Satu Lagi Agenda Olahraga Dunia yang Batal karena Pandemi Corona

Image

Olahraga

Kejuaraan Dunia Atletik 2022

Bentrok dengan Olimpiade, Kejuaraan Dunia Atletik Digeser ke 2022

Image

Olahraga

Bob Hasan

Bob Hasan Tutup Usia, Menpora: Sebulan Lalu Masih Sempat Mengobrol

Image

Olahraga

Bob Hasan

Komite Olimpiade Indonesia Berduka atas Meninggalnya Bob Hasan

Image

Olahraga

Bob Hasan

Menpora: Meninggalnya Bob Hasan Adalah Kehilangan Besar

Image

Olahraga

Kejuaraan Dunia Atletik Dalam Ruang 2020

Kejuaraan Dunia Atletik Resmi Ditunda Akibat Wabah Corona

Image

Olahraga

Wabah Corona

Nanjing Terancam Batal Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Atletik

Image

Olahraga

Kejuaraan Asia Atletik Indoor 2020

Kejuaraan Atletik Asia di China Batal Digelar Akibat Wabah Virus Corona

Image

Olahraga

SEA Games Filipina 2019

Amerika-Spanyol, SEA Games, dan Malamnya Manila

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Sea Games
eSports

Sumbang Dua Perak, Manajer Timnas eSports: Hasil Terbaik yang Bisa Dipersembahkan Seluruh Official

Dua medali perak tersebut dihasilkan oleh Mobile Legends dan Arena of Valor

Image
Sea Games
eSports

SEA Games 2019 Filipina Resmi Berakhir, eSports Sumbang Dua Medali Perak

Gagal meraih medali yang ditargetkan oleh IeSPA

Image
Sea Games
SEA Games Manila 2019

SEA Games Filipina 2019 Resmi Ditutup

Dari total 267 medali yang dikantongi, Indonesia berhasil membawa pulang sebanyak 72 medali emas.

Image
Sea Games
SEA Games

Ego Tuan Rumah dan Reputasi SEA Games yang Kian Meragukan

Sejak SEA Games Kuala Lumpur 2001, prestasi tuan rumah yang menjadi juara umum merosot di SEA Games berikutnya.

Image
Sea Games
Indonesia U-23 0-3 Vietnam U-23

Asisten Pelatih Vietnam Akui Mereka Berlatih Bola Mati dengan Serius

“Kami melatih bola mati cukup sering dan itu bekerja baik. Dol datang dengan cepat dan smooth dan kami mampu menang,” ucap Lee Young-Jin.

Image
Sea Games
Indonesia U-23 0-3 Vietnam U-23

Indra Sjafri: Cedera Evan Dimas Pengaruhi Permainan Tim

Evan Dimas Darmono harus meninggalkan lapangan dengan kursi roda karena cedera.

Image
Sea Games

5 Potret Doan Van Hau saat Tersenyum, Pemain Vietnam yang Bikin Cedera Evan Dimas

Instagramnya diserbu fan Indonesia. Banyak cacian diarahkan kepadanya

Image
Sea Games
Indonesia U-23 0-3 Vietnam U-23

Timnas U-23 Ditundukkan Vietnam, Medali Emas Kembali Lepas dari Genggaman

Indonesia gagal mengulang sejarah pada 1991 silam, di mana kala itu Indonesia sukses merebut medali emas

Image
Sea Games
Bola Voli

Tundukkan Tuan Rumah, Timnas Voli Putra Sumbang Emas ke-72

Indonesia bahkan tidak pernah kehilangan satu set pun sejak babak penyisihan.

Image
Sea Games
Indonesia U-23 1-0 Vietnam U-23

Babak I: Doan Van Hau Bawa Vietnam U-23 Unggul Sementara Atas Timnas U-23

Gol Van Hau dicetak pada menit ke-39.

terpopuler

  1. Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan hingga Tuntut Jokowi Mundur, 5 Fakta Tak Terduga Ruslan Buton

  2. Kisah Lucu Abu Nawas saat Membawa Enam Ekor Lembu yang Bisa Bicara

  3. Twit Lawas Diduga Milik Iman Brotoseno Soal Bokep Viral, Istri Sandiaga Uno: Masih Mau Nonton TVRI?

  4. Ridwan Kamil Perpanjang PSBB di Jawa Barat Hingga 24 Juni

  5. Bak Dinasti, Ini 5 Hubungan Ayah-Anak yang Sama-Sama Menjadi Pesepak Bola Tanah Air

  6. 5 Shio Ini Tak Akan Seret Rezeki Meski di Tengah Pandemi Sekalipun

  7. Yunarto ke Ganjar: Gak Ada Alasan Membuka Sekolah Terburu-terburu Ketika Kita Tahu Alasan Utama New Normal Faktor Ekonomi Pak

  8. Ruslan Buton yang Minta Jokowi Mundur Kini Dibawa ke Jakarta, Bareskrim Polri Tangani Langsung

  9. Politikus PKS Minta Pemerintah Penuhi Syarat WHO Sebelum Terapkan New Normal

  10. 2 Tahun Hilang, Pria India Ini Ditemukan Keluarganya Lewat Video TikTok

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Ujang Komarudin

New Normal

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Kedua)

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Pertama)

Image
Sunardi Panjaitan

Idulfitri 2020: Antara Covid-19 dan Tradisi

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Image
News

Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit

Image
News

Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan hingga Tuntut Jokowi Mundur, 5 Fakta Tak Terduga Ruslan Buton