News

SBY Bilang Pemilu 2024 Berpotensi Curang, Fadli Zon: Sah-sah Saja Orang Berpendapat

Fadli Zon menanggapi ucapan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang mencurigai akan terjadi kecurangan di Pemilu 2024.

SBY Bilang Pemilu 2024 Berpotensi Curang, Fadli Zon: Sah-sah Saja Orang Berpendapat
Wakil Ketua DPR Fadli Zon mendengarkan penjelasan dari terdakwa kasus dugaan pelanggaran UU ITE Buni Yani saat melakukan pertemuan di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (2/11). Pertemuan tersebut guna menyampaikan perkembangan kasus dan rencana mengundang Fadli Zon hadir dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Bandung pada 14 November mendatang (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Wakil Ketua Umum Partai Gerindra menanggapi ucapan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mencurigai akan terjadi kecurangan di Pemilu 2024.

Menurutnya, wajar apabila hingga saat ini masih ditemukan praktik kecurangan di dalam Pemilu 2024. Sebab, kontestasi elektoral lima tahunan sekali itu masih jauh dari kata jujur dan adil.

"Itu kan pendapat Pak SBY ya yang saya kira sebagai pendapat sah-sah saja orang berpendapat. Memang Pemilu kita itu kan belum sepenuhnya jujur dan adil (jurdil) dari Pemilu ke Pemilu kalau menurut saya sih gitu," kata Fadli saat ditemui awak media di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Kamis (22/9/2022). 

baca juga:

Fadli tak menampik apabila selama ini memang terjadi masalah dan kecurangan yang sistemik dan terstruktur dalam perhelatan Pemilu.

"Selalu ada masalah selalu ada kecurangan baik kecurangan yang sistemik yang terstruktur maupun yang masih ya kita semua sama-sama tahu lah kita sudah lama jadi orang Indonesia," ujar Ketua BKSAP DPR RI itu.

Namun, kata dia, ucapan SBY semata-mata ingin memberi sinyal bahwa dirinya akan 'turun gunung' kembali dalam Pemilu 2024 mendatang. 

"Jadi saya kira pernyataan itu kepada satu statement politik bahwa Pak SBY akan ikut campur tangan lagi di dalam urusan mungkin dalam partainya, menurut saya sih sah-sah saja," tukas dia. 

Sebelumnya, Ketua Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan bahwa dirinya akan 'turun gunung' lagi untuk menghadapi Pemilu 2024. 

Hal itu dikarenakan dirinya mendengar langsung tanda-tanda bahwa ada pihak yang berupaya menciptakan Pemilu 2024 nanti akan dilakukan dengan cara yang tidak jujur dan adil. 

"Para kader, mengapa saya harus turun gunung menghadapi Pemilihan Umum 2024 mendatang? Saya mendengar, mengetahui, bahwa ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil," kata SBY.

Dalam video itu, berdasarkan informasi yang ia terima, SBY mengatakan, Pilpres 2024 konon akan diatur. Sehingga hanya diikuti oleh dua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden.

"Konon, akan diatur dalam Pemilihan Presiden nanti yang hanya diinginkan oleh mereka dua pasangan Capres dan Cawapres saja yang dikehendaki oleh mereka," tutur SBY. []