News

Satpol PP DKI Wajibkan Pegawai dari Jabodetabek Bawa SIKM Saat Berangkat Kerja

Hal ini dilakukan lantaran petugas di lapangan kebingungan membedakan warga yang mau mudik dan yang berangkat kerja.


Satpol PP DKI Wajibkan Pegawai dari Jabodetabek Bawa SIKM Saat Berangkat Kerja
Kepala Satpol PP Pemprov DKI Jakarta Arifin (AKURAT.CO/Yohanes)

AKURAT.CO, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta Arifin menegaskan, warga luar Jakarta yang bekerja di Ibu Kota wajib membawa Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) selama hilir mudik di Jakarta pada periode larangan mudik yang berlaku 6 hingga 17 Mei mendatang.

Hal ini dilakukan lantaran petugas di lapangan kebingungan membedakan warga yang mau mudik lokal dengan karyawan luar Jakarta yang bekerja di DKI. 

Namun SIKM yang dibutuhkan para karyawan ini tidak serumit seperti pengurusan izin bagi warga berkebutuhan mendesak yang mau pulang kampung pada masa larangan mudik.

Arifin menjelaskan, bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) mereka hanya membutuhkan surat pernyataan dari pejabat daerah di lingkungan tempat tinggal mereka tinggal yang menegaskan bahwa yang bersangkutan memang bolak balik Jakarta untuk bekerja.

"Pegawai kita bekerja di Jakarta tinggalnya mungkin di kota lain di Bogor atau entah di Serang kan. Ya itu dibekali surat tugas mungkin dari lurah camat atau eselon 2 yang menyatakan bahwa yang bersangkutan itu tugas," kata Arifin di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat Jumat (7/5/2021).

Kemudian bagi pegawai swasta, lanjut Arifin mereka harus membawa surat pernyataan dari perusahaan tempatnya bekerja. Dengan menunjukan syarat ini, Arifin mengatakan petugas yang berjaga di lapangan tidak akan menindak para pegawai dan karyawan tersebut.

"Tapi kalau (pegawai swasta) perusahaan maka pimpinan yang mengeluarkan surat tugas itu," tegasnya.

Di luar para pegawai yang bekerja di DKI, Arifin mengatakan mereka harus mengurus SIKM sebagaimana yang telah diperintahkan Anies Baswedan dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 569 Tahun 2021 tentang Prosedur Pemberian  Surat Izin  Keluar Masuk Wilayah Provinsi DKI Jakarta Selama Masa Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 142 H.

"Di luar itu adalah masyarakat umum yang harus mengurus SIKM. SIKM ini bukan berparti orang kemudian boleh pergi. Yang boleh pergi cuma yang di antaranya memiliki tujuan kedukaan, kemalangan,dapat kabar keluarga sakit, meninggal, mau melahirkan dan sebagainya. Kalau pulang kampung cuma mau menengok ya tetap enggak  boleh," tandasnya.

Berikut tata cara pembuatan SIKM berdasarkan Kepgub tersebut:

Pemohon mengajukan permohonan SIKM secara daring ke https://jakevo.jakarta.go.id:

Lengkapi permohonan dengan beberapa persyaratan, seperti:

- KTP pemohon

- surat keterangan pendukung (surat sakit anggota keluarga, surat kematian anggota keluarga, dan surat keterangan hamil/bersalin)

- surat pernyataan bermaterai Rp 10 ribu yang menyatakan hubungan kekeluargaan dengan keluarga yang dikunjungi/meninggal/ibu hamil/ibu melahirkan

-Kemudian, berkas bakal diverifikasi dulu oleh UP PMPTS Kelurahan;

-Tanda tangan elektronik SIKM oleh lurah;

-Pemohon bisa langsung mengunduh SIKM di laman https://jakevo.jakarta.go.id. []