News

Satpam Komplek Rumah Dinas Ferdy Sambo Dengar Suara Mirip Petasan di Hari Brigadir J Ditembak

Satpam Komplek Rumah Dinas Ferdy Sambo Dengar Suara Mirip Petasan di Hari Brigadir J Ditembak
Personel Brimob berjaga di sekitar rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). Penjagaan tersebut dilakukan jelang rekonstruksi kasus pembunuhan berncana terhadap Brigadir J atau Yosua Hutabarat. AKURAT.CO/Endra Prakoso (Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Satpam komplek Polri Duren Tiga, Marjuki mengaku mendengar suara seperti petasan di hari penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. 

Ia mengatakan suara tersebut terdengar saat dirinya piket di pos Satpam yang berjarak 20 meter dari rumah dinas Ferdy Sambo. 

"Saya lagi piket. Kurang lebih (jarak pos satpam dengan rumah Ferdy Sambo) 20 meter," kata Marjuki saat bersaksi di sidang AKP Irfan Widyanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (26/10/2022). 

baca juga:

Saat itu ia mengaku mendengar suara seperti ledakan petasan sebanyak 3 kali. 

"Apakah saat Saudara sedang piket dengar sesuatu (suara tembakan) dari rumah 46 (rumah dinas Ferdy Sambo)?" tanya jaksa.

"Tidak mendengar, cuma saya mendengar suara kayak petasan. Mungkin sekitar tiga (kali)," ucap Marjuki.

Lebih lanjut, ia menjelaskan setelah mendengar suara ledakan itu, suasana di rumah dinas Ferdy Sambo ramai. Karena penasaran, ia akhirnya mendekat. 

"Standby di pos cuma pas banyak datang saya mendekati. Cuma belum tahu," tuturnya. Selain itu, Marjuki mengaku tak tahu ada ambulans datang.

Dalam kasus ini, AKP Irfan didakwa merusak CCTV yang membuat terhambatnya penyidikan kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat. Perbuatan itu dilakukan AKP Irfan bersama lima orang lainnya.

"Terdakwa dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan tindakan apa pun yang berakibat terganggunya sistem elektronik dan/atau mengakibatkan sistem elektronik menjadi tidak bekerja sebagaimana mestinya," ujar jaksa saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Rabu (19/10/2022).

AKP Irfan didakwa dengan Pasal 49 juncto Pasal 33 dan Pasal 48 juncto Pasal 32 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan Pasal 233 KUHP dan Pasal 221 ayat 1 ke-2 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.