News

Satgas Pangan Polri Belum Temukan Pelanggaran Pidana Terkait Kelangkaan Kedelai

Satgas Pangan Polri Belum Temukan Pelanggaran Pidana Terkait Kelangkaan Kedelai


Satgas Pangan Polri Belum Temukan Pelanggaran Pidana Terkait Kelangkaan Kedelai
Pekerja saat membuat tahu dan tempe dari bahan kedelai yang dikerjakan di pabrik kawasan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (4/1/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri belum menemukan adanya pelanggaran tindak pidana dalam kasus penimbunan kedelai yang menyebabkan langka dan harganya naik di pasar. 

"Satgas pangan belum menemukan pelanggaran terkait itu (kelangkaan kedelai di pasaran)," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (6/1/2021). 

Diketahui, ketersediaan kedelai semakin langka yang menyebabkan pada mahalnya harga kedelai di pasar dalam beberapa hari terakhir.

"Saya sampaikan adalah mengapa persoalan di lapangan terjadi kenaikan (harga) tersebut, supaya tidak terjadi simpang siur," ujar Ramadhan.   

Ia mengatakan bahwa Satgas Pangan Polri telah melakukan pengecekan di tiga gudang importir kedelai besar, yakni di PT Segitiga Agro Mandiri, PT FKS Mitra Agro dan PT Sungai Budi.

Lebih lanjut menurut Ramadhan, pengecekan itu dilakukan agar Satgas Pangan mengetahui penyebab kelangkaan dan mahalnya harga kedelai di pasaran. 

"Berdasarkan hasil pengecekan di tiga lokasi itu, didapatkan fakta bahwa memang terjadi kenaikan harga kedelai dari Rp 6.800 menjadi Rp8.300," tuturnya.   

Ramadhan menjelaskan penyebab kelangkaan dan kenaikan harga kedelai  terjadi karena pada kurun waktu dari Oktober-Desember 2020, kapal pengangkut bahan kedelai sudah jarang beroperasi. 

Sehingga, lanjut dia, importir memakai kapal tujuan negara Singapura dan terjadi keterlambatan pengiriman 2-3 minggu untuk tiba di Indonesia.