News

Satgas Jambi: 227 Pasien Sembuh dari COVID-19 dalam Sehari

Namun demikian mereka masih harus tetap menjaga protokol kesehatan


Satgas Jambi: 227 Pasien Sembuh dari COVID-19 dalam Sehari
Warga saat melintasi mural bertuliskan protokol kesehatan COVID-19 di Kawasan Kota Bambu, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2020). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Juru Bicara Satgas COVID-19 Provinsi Jambi, Johansyah menyatakan bahwa tercatat 227 pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh di daerah itu, Sabtu (12/06/2021).

Johansyah menyebutkan pasien yang sembuh itu, sebanyak 72 orang di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, 46 orang di Merangin, 40 orang di Kota Jambi, 34 orang di Kabupaten Tebo, 31 orang di Muaro Jambi, dan empat orang di Sarolangun.

Dengan demikian, kata dia di Jambi, total pasien positif COVID-19 yang sembuh di daerah itu berjumlah 8.764 orang.

Pada hari Sabtu, lanjutnya, terdapat 145 orang terkonfirmasi positif COVID-19, yakni 55 orang di Kota Jambi, 24 orang di Muaro Jambi, 35 orang di Merangin, dan 25 orang di Tanjung Jabung Barat.

Total pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di daerah itu berjumlah 10.882 orang. Sementara itu, masih menjalani perawatan sebanyak 1.917 orang yang tersebar di 1 kabupaten/kota.

"Hari ini seorang pasien COVID-19 di Kota Jambi meninggal dunia sehingga totalnya sebanyak 201 orang," kata Johansyah.

Dari 11 kabupaten/kota, kata dia, satu kabupaten berada pada zona merah COVID-19 atau zona risiko tinggi penularan COVID-19.

Disebutkan pula bahwa sembilan kabupaten berada pada zona oranye COVID-19 atau zona risiko sedang penularan COVID-19, yakni Kota Jambi, Kota Sungai Penuh, Kabupaten Bungo, Merangin, Sarolangun, Batanghari, Tanjung Jabung Barat, Muaro Jambi, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Sementara itu, Kabupaten Kerinci berada pada zona kuning COVID-19.

Satgas COVID-19 Provinsi Jambi mengimbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan COVID-19 secara disiplin dengan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas keluar daerah.[]

Sumber: Antara