News

Satgas IDI Beri Kabar 'Cukup Melegakan' tentang Omicron!

Ketua Satgas Covid-19 IDI Prof Zubairi Djoerban mengatakan, angka rawat inap dan kematian akibat varian baru Covid-19 yakni Omicron terpantau rendah.


Satgas IDI Beri Kabar 'Cukup Melegakan' tentang Omicron!
Render 3D Omicron, varian Covid-19 yang awalnya disebut B.1.1.529 (Stock photo via English Alarabiya)

AKURAT.CO Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban mengatakan, angka rawat inap dan kematian akibat varian baru Covid-19 yakni B.1.1.529 atau Omicron terpantau rendah.

"Angka rawat inap dan kematian karena Omicron juga rendah," ujarnya dikutip AKURAT.CO dari akun Twitter @ProfesorZubairi, Jakarta, Senin (6/12/2021).

Artinya, kata Zubairi, mayoritas kasus aktifnya memberikan gejala yang tergolong ringan, bahkan cenderung tanpa gejala.

Namun, Zubairi mengakui, varian B.1.1.529 atau Omicron cepat menyebar ke seluruh dunia.

"Varian ini memang dengan cepat menyebar ke seluruh dunia. Tetapi kebanyakan kasusnya adalah ringan, bahkan tanpa gejala," jelasnya.

Meski begitu, Zubairi tetap mengimbau agar seluruh masyarakat Indonesia tidak panik. Oleh karenanya, diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

"Meski begitu, tetap pakai masker Anda, waspada, namun jangan panik," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban meminta Indonesia agar jangan jemawa menghadapi varian baru Covid-19 yakni B.1.1.529 atau Omicron.

"Kita jangan jemawa hadapi Omicron," ujarnya dikutip dari akun Twitter @ProfesorZubairi, Jakarta, Minggu (28/11/2021).