News

Satgas BLBI Sita Aset Seluas 89,01 Ha di Bogor, Lapangan Golf hingga Hotel

Satgas BLBI menyita sedikitnya lahan aset seluas 89,01 hektare di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor yang sudah berbentuk lapangan golf hingga hotel.


Satgas BLBI Sita Aset Seluas 89,01 Ha di Bogor, Lapangan Golf hingga Hotel
Satuan Tugas (Satgas) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) menyita sedikitnya lahan aset seluas 89,01 hektare di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor yang sudah berentuk lapangan golf hingga hotel, Rabu (22/6/2022). (AKURAT.CO/Arief Permana)

AKURAT.CO Satuan Tugas (Satgas) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) menyita sedikitnya lahan aset seluas 89,01 hektare di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor yang sudah berbentuk lapangan golf hingga hotel.

Menurut Ketua Satgas BLBI Rionald Silaban, penyitaan beberapa aset di Kecamatan Sukaraja ini buntut terkait obligor PT Bank Asia Pasific atas nama Setiawan Harjono dan Hendrawan Haryono.

"Ini adalah sesuatu yang menjadi utang kita untuk menyelesaikan masalah BLBI sejak 1998," kata Rionald di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Rabu (22/6/2022).

baca juga:

Dalam kegiatan penyitaan aset seluas 89,01 ini disaksikan langsung oleh Menko Polhukam Mahfud MD.

"Kehadiran Menko Polhukam Mahfud MD dalam upacara penyitaan aset itu merupakan kehormatan bagi Satgas BLBI, sekaligus membuktikan pemerintah bertindak tegas mengembalikan apa yang menjadi hak pemerintah, untuk rakyat," terangnya.

Harta kekayaan yang disita berupa tanah atas nama PT Bogor Raya Development, PT Asia Pacific Permai, dan PT Bogor Real Estatindo seluas 89,01 hektare berikut lapangan golf dan dua hotel di atasnya, di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Perkiraan awal nilai aset yang disita mencapai kurang lebih Rp2 triliun. Manajemen dan kegiatan operasional hotel serta klub golf yang berdiri di atas yang disita tidak akan berubah, demikian pula karyawan di dalamnya.

Selain Menko Polhukam Mahfud MD, penyitaan aset Bank Aspac itu juga dihadiri Kepala Bareskrim Komjen Agus Andrianto.

Penyitaan ini dilakukan sebagai upaya penyelesaian hak tagih negara dana BLBI yang berasal dari obligor PT Bank Asia Pacific sebesar Rp3,58 triliun. []