Ekonomi

Satgas BLBI Kembali Sita Aset Obligor PT Bank Asia Pasific Senilai Rp 2 Triliun

Rionald Silaban menyampaikan proses penyitaan tersebut merupakan tindak lanjutan dari keputusan presiden dalam rangka pembentukan Satgas BLBI. 


Satgas BLBI Kembali Sita Aset Obligor PT Bank Asia Pasific Senilai Rp 2 Triliun
Dirjen DJKN Rionald Silaban, dalam acara Sita Aset PT Bogor Raya Development terkait Obligor Bank Asia Pasific, Bogor, Rabu (22/6/22).  (AKURAT.CO/Siti Ayu Rachma)

AKURAT.CO, Satuan tugas (Satgas) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) lakukan penyitaan atas aset PT Bogor Raya Development terkait Obligor Bank Asia Pasific atas nama Setiawan Haryono dan Hendrawan Haryono berupa tanah dan bangunan yang berdiri di atas nama PT Bogor Raya development, PT Asia Pacific Permai dan PT Bogor estatindo. 

Dalam penyitaan aset tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Rionald Silaban, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia Mahfud MD, Ketua Bareskrim Agus, dan beserta jajaran lainnya. 

Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Rionald Silaban menyampaikan proses penyitaan tersebut merupakan tindak lanjutan dari keputusan presiden dalam rangka pembentukan Satgas BLBI. 

baca juga:

"Progres kegiatan untuk menindaklanjuti keputusan presiden dalam rangka pembentukan Satgas BLBI ini progresnya makin hari makin bertambah dan jajaran kepolisian sebagaimana yang diamanatkan oleh Bapak Kapolri untuk selalu mendukung dan memperlancar seluruh kegiatan yang dilaksanakan serta dampak yang mungkin akan timbul serta pengamanan aset nanti pasca dilakukan penyitaan melakukan kegiatan-kegiatan dalam rangka suksesnya tugas yang diberikan oleh Bapak Presiden dalam mengembalikan hak negara," ucap Dirjen DJKN Rionald Silaban, dalam acara Sita Aset PT Bogor Raya Development terkait Obligor Bank Asia Pasific, Bogor, Rabu (22/6/22). 

Total keseluruhan tanah dan bangunan yang disita oleh Satgas BLBi adalah 89,1 hektar berikut lapangan golf dan fasilitasnya. Serta dua buah bangunan hotel yang terletak di kelurahan Sukaraja Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor Jawa Barat. Sedangkan keseluruhan aset yang disita sebesar kurang lebih Rp 2 triliun. 

Sekedar informasi, sebelumnya Satgas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) melalui Panitia Urusan Piutan Negara (PUPN) cabang DKI Jakarta kembali melakukan penyitaan atas aset dari Trijono Gondokusumo. Aset yang disita berupa tanah seluas 580.440 m yang terletak di Desa Cibodas Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.

Tanah yang disita itu merupakan barang jaminan dari Trijono Gondokusumo dalam rangka Penyelesaian Kewajiban Pemegang Saham (PKPS) PT Bank Putra Surya Perkasa.

Penyitaan ini dilakukan sebagai upaya penyelesaian hak tagih negara dana BLBI yang berasal dari obligor PKPS PT Bank Putra Surya Perkasa yaitu sebesar Rp5.382.878.462.135,90.[]