Ekonomi

Satgas BLBI Amankan Aset Properti dan Bangunan dari Sjamsul Nursalim, Berapa Nilainya?

penyitaan atas aset properti berupa tanah beserta bangunan seluas 41.605 m2 di Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung

Satgas BLBI Amankan Aset Properti dan Bangunan dari Sjamsul Nursalim, Berapa Nilainya?
Ilustrasi - Satgas BLBI (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO, Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI (Satgas BLBI) beraksi kembali dengan melakukan penyitaan atas aset properti berupa tanah beserta bangunan seluas 41.605 m2 di Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Adapun bila patokan lapangan sepak bola yang banyak digunakan adalah 7.140 meter persegi maka luas lahan yang disita setara hampir 6 kali lapangan sepak bola standar.

Ketua Satgas BLBI Rionald Silaban menyatakan aset tersebut berasal dari eks Bank Dewa Rutji (BBKU)/Obligor Sjamsul Nursalim yang telah diambil alih dan diperhitungkan sebagai pengurang kewajiban Bank Dewa Rutji (BBKU)/Obligor Sjamsul Nursalim oleh BPPN. Dimana aset ini telah menjadi kekayaan negara yang telah tercatat di Laporan Keuangan Pemerintah Pusat/Laporan Keuangan Transaksi Khusus sejak 2009.

Penguasaan fisik aset properti eks BLBI melalui pemasangan plang dilakukan Satgas BLBI, bersama Kanwil DJKN/KPKNL dan dengan pengamanan dari Satgas Gakkum BLBI Bareskrim Polri, Polresta Bandarlampung, Polsek Panjang dan dihadiri oleh Camat Kecamatan Panjang/aparat setempat.

baca juga:

Kegiatan dipimpin oleh Ketua Pokja Tanah/Bangunan Satgas BLBI Djanurindro, didampingi oleh Tim Satgas Gakkum BLBI Bareskrim Polri yang dipimpin Kombes Bagus Suropratomo, AKBP Richard, AKBP Nona Pricillia Ohei, serta Kepala Kanwil DJKN Lampung dan Bengkulu, dan Kepala KPKNL Bandarlampung.

" Aset properti eks BLBI di atas, telah menjadi milik/kekayaan negara dan menjadi prioritas penanganan oleh Satgas BLBI," tuturnya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (10/8/2022).

Atas aset-aset yang telah dilakukan penguasaan fisik ini akan dilakukan optimalisasi pengelolaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Untuk tahap berikutnya, Satgas BLBI telah merencanakan tindakan penguasaan fisik atas aset properti yang tersebar di beberapa kota/kabupaten di Indonesia.

Sekadar informasi, sebelumnya Satgas BLBI lakukan penyitaan atas aset PT Bogor Raya Development terkait Obligor Bank Asia Pasific atas nama Setiawan Haryono dan Hendrawan Haryono berupa tanah dan bangunan yang berdiri di atas nama PT Bogor Raya development, PT Asia Pacific Permai dan PT Bogor estatindo.[]