Olahraga

Sanksi Dikurangi, Sun Yang tetap Absen di Olimpiade Tokyo

CAS mengurangi sanksi larangan bertandingn Sun Yang dari delapan tahun menjadi empat tahun tiga bulan.


Sanksi Dikurangi, Sun Yang tetap Absen di Olimpiade Tokyo
Perenang asal China, Sun Yang, saat bertanding di Kejuaraan Dunia Akuatik 2019 di Gwangju, Korea Selatan, Juli lalu. (REUTERS/Stefan Wermuth)

AKURAT.CO, Perenang pemilik tiga medali emas olimpiade asal China, Sun Yang, dipastikan tak bisa mempertahankan gelarnya di Olimpiade Tokyo 2020. Yang harus menjalani sanksi larangan bertanding selama empat tahun tiga bulan karena pelanggaran doping.

Sebagaimana dikabarkan BBC, sanksi tersebut merupakan hasil banding Yang di Pengadilan Arbitrase Internasional (CAS) dari hukuman semula selama delapan tahun. Namun demikian, atlet berusia 29 tahun itu punya kesempatan di Paris, Prancis, untuk Olimpiade 2024.

Kasus ini menjerat Yang setelah ia diduga menolak bahkan menghancurkan sampel darah ketika petugas pemeriksa Agensi Anti-Doping Internasional (WADA) mendatanginya untuk mengambil sampel pada September 2018. 

Pada 2019, Federasi Renang Dunia (FINA) membersihkan namanya dan Yang turun di kejuaraan dunia di Korea Selatan di tahun yang sama di mana ia meraih emas dengan sejumlah kontroversi penolakan perenang lain.

WADA melakukan banding dan CAS menolak keputusan FINA. Pada Februari 2020, CAS memutuskan sanksi larangan bertanding selama delapan tahun terhadap atlet yang meraih emas nomor gaya bebas 200 meter Asian Games Jakarta-Palembang 2018 itu.

Pada awal tahun ini, Pengadilan Federal Swiss membatalkan sanksi CAS karena insiden cuitan bernada rasis yang ditulis oleh salah satu anggota panel kasus Yang. Imbasnya adalah CAS harus melakukan persidangan ulang dengan panel yang baru.

Kasus 2018 bukan pelanggaran pertama yang dilakukan Yang. Pada 2014, Yang juga pernah dihukum karena menggunakan zat pemacu trimetazidine dan membuatnya menjalani larangan bertanding. 

"Panel baru mempertimbangkan bahwa situasi di sekitar pengambilan sampel 4-5 September 2018 memenuhi periode ketidaksediaan pada batas terbawah dalam rentangnya: memberikan tambahan periode tiga bulan (dari sanksi 2014 menjadi penerapan larangan empat tahun di kasus kedua," demikian pernyataan CAS.

Adapun pengacara Yang, Zhang Qihuai, menyebut kliennya merupakan korban politik. Qihuai menuding organisasi yang menyeret Yang ke pengadilan telah dimanipulasi

"Selamanya saya hanya bisa bilang: Sun Yang tidak melakukan pelanggaran dan tidak ada pelanggaran yang terdeteksi pada hasil (pemeriksaan doping)," Cuit Zhang.

"Sayangnya bagi China dan bahkan dunia, atlet luar biasa (seperti Yang) jatuh ke tangan organisasi internasional yang dimanipulasi oleh beberapa orang."[]

Hervin Saputra

https://akurat.co