News

Sandiaga Usul Dana Testing Corona Dialihkan untuk Biaya Antigen Wisatawan

Sandiaga Salahuddin Uno melakukan sejumlah terobosan guna mempercepat pembukaan pariwisata Bali


Sandiaga Usul Dana Testing Corona Dialihkan untuk Biaya Antigen Wisatawan
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menjadi pembicara usai disuntik dosis pertama vaksin COVID-19 produksi Sinovac Astra Zeneca di Sentra Vaksinasi Central Park dan Neo Soho Mall, Jakarta, Selasa (8/6/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno melakukan sejumlah terobosan guna mempercepat pembukaan pariwisata Bali yang ditargetkan pada bulan Juni-Juli 2021 mendatang.

Salah satu yang ia dorong adalah pengalihan dana biaya testing corona untuk membiayai PCR atau rapid test antigen wisatawan nusantara yang hendak ke Bali.

Seperti diketahui, surat bebas COVID-19 berbasis PCR atau antigen menjadi salah satu syarat administrasi bagi pelaku perjalanan dalam negeri di Indonesia. Sandiaga mengatakan, pengalihan biaya ini diharapkan bisa menjadi insentif atau bantuan dari pemerintah untuk membantu pemulihan ekonomi dan pariwisata Bali.

"Diperlukan keringanan biaya testing untuk calon wisatawan yang ke Bali. Ini yang akan kita pertimbangkan sebagai bentuk insentif yang bisa kita berikan, yakni testing (biaya PCR atau antigen) yang dibebankan ke pemerintah," kata Sandiaga saat berdiskusi dengan Bali Tourism Board (BTB), Sabtu (12/6/2021)

Sandiaga mengatakan, usulan itu diajukan karena serapan anggaran testing oleh Kementerian Kesehatan masih rendah. Menurut dia, per Juni 2021 ada sekitar Rp 6 triliun dana testing yang belum terserap.

"Ternyata anggaran testing itu sampai Rp 6 triliun yang belum terserap, baru sedikit sekali yang terserap. Jadi, saya nanti mengusulkan dan dorong ke PEN agar itu bisa dialihkan, anggaran yang tidak terserap sebagai intensif," kata Sandiaga.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Mas Menteri ini mengatakan kondisi ekonomi Bali pada kuartal II tahun 2021 masih akan berkontraksi. Ia memprediksi kontrasi lebih dalam dibandingkan kuartal I 2021 lalu yang mencapai -9,8 persen.

Karenanya, berbagai insentif perlu segera dikucurkan kepada masyarakat Bali. "Insentif lain berupa dana hibah pariwisata dan pinjaman lunak bagi pelaku pariwisata masih dalam proses pembahasan dengan Kemenkeu," kata Sandiaga.[]