Entertainment

Sandiaga Uno Bicara Soal Nasib Para Seniman di Taman Ismail Marzuki

Kegiatan seniman dapat meningkatkan imunitas tubuh

Sandiaga Uno Bicara Soal Nasib Para Seniman di Taman Ismail Marzuki
Pekerja beraktivitas di lokasi proyek revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Jumat (7/2/2020). Proses revitalisasi TIM yang ditargetkan selesai pada tahun 2021 itu sudah memasuki tahap II yakni membongkar gedung Graha Bhakti Budaya dan Galeri Cipta. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Pandemi Covid-19 berdampak langsung terhadap nasib para seniman maupun pekerja seni nasional. Pembatasan kegiatan masyarakat secara langsung menutup ruang berkreasi maupun lapangan pekerjaan mereka. Tidak terkecuali para seniman yang tergabung dalam Forum Seniman Peduli (FSP) Taman Ismail Marzuki. 

Tak hanya kehilangan mata pencaharian, belasan orang seniman FSP Taman Ismail Marzuki juga dinyatakan meninggal dunia sejak covid-19 mewabah Indonesia.

Kabar itu disampaikan Koordinator FSP Taman Ismail Marzuki, Exan Zen ketika berdiskusi dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno secara virtual pada Rabu (14/7/2021). 

baca juga:

Tak hanya pandemi covid-19, menurut Exan, belasan orang seniman FSP Taman Ismail Marzuki meninggal karena tidak adanya ruang berkreasi. Lantaran kawasan Taman Ismail Marzuki kini tengah direvitalisasi. 

"Kawan-kawan seperjuangan di Forum Seniman Peduli selama masa pandemi ini sudah ada 17 orang yang meninggal dunia. Bukan hanya karena kena covid, mungkin penyebab lain karena selama revitalisasi Taman Ismail Marzuki, tidak ada kegiatan-aktivitas apa-apa," ungkap Exan melalui diskusi virtual, dikutip dari keterangan pers pada Rabu (14/7).

"Mungkin di masa-masa yang sulit ini, tekanan-tekanan hidup itu membuat penyakit-penyakit lama yang tidak pernah mereka rasakan, karena tidak adanya aktivitas, (penyakit) menjadi muncul kembali," sambungnya.

Oleh karena itu, Sandiaga Uno pun berpesan kepada para seniman Taman Ismail Marzuki, agar terus bersemangat dan optimis melewati badai pandemi Covid-19. Sebab, keberadaan para seniman disampaikannya sangat penting bagi masyarakat saat ini.

Menurut Sandiaga Uno, para seniman mampu membantu masyarakat untuk meningkatkan imunitas lewat beragam kegiatan positif, mulai dari puisi, sajak dan lagu.

"Kita tidak boleh patah semangat, kita harus terus memberikan satu optimisme," kata Sandiaga Uno, pada kesempatan yang sama. 

"Imun meningkat, jika kita mendapatkan (menyaksikan) karya seni yang baik adalah hormon endorfin yang bisa kita dapatkan saat kita mendengarkan puisi, sajak yang baik. Selain itu, hormon oksitosin yaitu hormon yang sering disebut dengan hormon cinta yang bisa kita rasakan selagi kita berbagi cerita," paparnya. 

Oleh karena itu, dirinya menginstruksikan kepada jajarannya di Kemenparekraf agar bisa membuka ruang kolaborasi, sehingga dapat membuka peluang usaha dan lapangan kerja kepada para seniman.

Satu di antaranya lewat pelaksanaan Tahlil Budaya, yang digelar secara hibrid setelah masa PPKM Darurat.

"Kita akan cari satu solusi agar acara ini berlangsung dalam bingkai protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. Kita bisa terus berinovasi, beradaptasi dan berkolaborasi," pungkasnya.[]