Ekonomi

Sandiaga Uno Beri Tips Kunci Sukses untuk UMKM Kreatif

Kenali pasar, bangun tim yang solid dan penguatan keuangan dipadu dengan jiwa pantang mundur, usaha lancar, bantu buka lapangan kerja


Sandiaga Uno Beri Tips Kunci Sukses untuk UMKM Kreatif
Menparekraf di acara Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2022 (DOKUMEN)

AKURAT.CO Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf)  Sandiaga Salahuddin Uno mendapatkan sambutan hangat saat mengunjungi Cirebon sebagai bagian dari kegiatan Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2022 yang digelar Kemenparekraf.

Sandiaga mengawali sambutan AKI 2022 yang dihelat di Grage City Mall Cirebon, dengan menyampaikan salam dan berbagi kisah dalam membangun usaha.

“Kesempatan ini saya ingin berikan pengalaman dalam membangun usaha. Saya juga merasakan bagaimana jatuh bangun. Saya yakin teman-teman di sini juga menghadapi jatuh bangun dan punya semangat tidak pantang mundur,” ujarnya. 

baca juga:

Menparekraf menyampaikan apresiasi kepada 35 finalis AKI 2022 dari Jawa Barat. AKI merupakan program unggulan pengembangan ekonomi kreatif melalui peningkatan kapasitas dan pameran kepada para pelaku ekonomi kreatif pada subsektor kuliner, kriya, fesyen, aplikasi, film, dan musik. 

Menparekraf Sandiaga menambahkan, pantang mundur merupakan salah satu jargon/tagline yang diusung dalam AKI. “Pengusaha sukses itu 80% dari mereka mengalami proses jatuh bangun. Yang membedakan pengusaha yang sukses dan belum sukses adalah yang memiliki semangat pantang mundur.  Untuk sukses mungkin butuh 10-15 jatuh dan bangunnya 15-20 kali. Saya merasakan bagaimana merasakan jatuh bangun ini saat memulai usaha. Ditolak hingga 25 kali saat mencari calon mitra bisnis dan baru kali ke 26 diberi kesempatan,” tutur Sandiaga.

Sandiaga memahami, dalam mengelola usaha masalah yang umumnya dihadapi antara lain omzet, pemasaran hingga pembiayaan. “Di Cirebon ini saya jumpai orang-orang inspiratif yang bisa mendorong agar perekonomian Indonesia bangkit kembali. Dari 35 finalis pengusaha UMKM ekonomi kreatif di sini, saya melihat ada satu kesamaan yaitu mereka menerapkan kerja 4 AS,” ujarnya.

Menparekraf Sandi selama ini dikenal menerapkan 4 AS sebagai etos kerja dan mencapai sukses dalam bisnis. “Semua memahami pola kerja keras. Saya percaya tidak ada orang yang sukses dan pantang mundur jika tak kerja keras. Selanjutnya, kerja cerdas, dan kerja tuntas serta kerja ikhlas. Saya melihat para UMKM kreatif di sini memancarkan optimisme dan motivasi,” terang Menparekraf.

Sandiaga juga menyoroti kebanyakan mal memajang produk-produk internasional, termasuk Grage City Mall. “Tapi ada satu mal baru di Jakarta yang tidak memakai produk luar negeri sebagai anchornya, namun produk buatan bangsa sendiri, yaitu Sarinah. Saat ini Sarinah anchornya bukanlah nama-nama besar yang biasa kita jumpai di mal-mal, melainkan produk UMKM. Ini menunjukkan kita bisa. Siapa tahu salah satu dari 35 finalis AKI 2022 di sini bisa tampil di Sarinah dan produknya mendunia,” ujar Menparekraf penuh semangat.

Kesempatan sama, Menparekraf Sandiaga mengapresiasi Batik Trusmi Cirebon yang didirikan oleh Sally Giovani, pengusaha asli Cirebon dalam menciptakan lapangan kerja. “Batik Trusmi membawa kebanggaan bagi kita karena ciptakan lapangan kerja untuk 1200  orang. Dengan pembangunan infrastruktur jalan tol, peningkatan omzet Batik Trusmi mencapai 500%,” ujarnya.

Sandiaga menekankan, ada tiga hal yang bisa dipetik para UMKM kreatif dalam meningkatkan usahanya. “Pertama, kenali pasar. Kedua, bangun tim manajemen yang solid, dan ketiga, kuatkan keuangan dari usaha kita. Berangkat dari poin itu, kita bisa lihat sosok Asep yang berjualan jalakotek, makanan khas Majalengka. Dia melawan orang orang yang meragukan dan terus berusaha. Semoga Asep bisa menjadi Ikon Inspirasi AKI Cirebon,” tutur Menparekraf.

Tak lupa Sandiaga menyampaikan apresiasi bagi pelaku UMKM Cirebon yang terjaring pada AKI 2022. “Produknya variatif ini menunjukkan variasi produk UMKM luas. Yang membuat makin optimis adalah mereka telah mampu atasi tantangan yang dihasilkan pandemi, berhasil membentuk tatanan ekonomi baru dan membuka lapangan kerja. Saya harapkan jadi motivasi AKI untuk mengembangkan usaha dan mengikuti jejak pengusaha yang sudah sukses seperti Batik Trusmi,” ujarnya.

Sandiaga juga berharap 35 finalis AKI CIrebon bisa naik kelas, dan mampu menyasar pasar ekspor. “Saya berharap target US$ 21 miliar ekspor kita tahun lalu sudah terlampaui, semoga bisa kita tingkatkan US$30 miliar dan pada suatu saat usaha kreatif bisa sumbang US$50 miliar dolar. Dengan pola pembinaan holistik yang kita lakukan seperti AKI mulai dari bootcamp hingga pembiayaannya, saya yakin ini bisa kita capai,” terangnya.

Sandiaga juga berpesan kepada Gekraf (Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional) dan teman teman lain untuk bergandengan tangan bersama sama demi kemajuan ekonomi kreatif Indonesia. “Bagi teman-teman yang belum belum terjaring dalam AKI semoga bisa difasilitasi melalui Gekraf ini,” harapnya.

Terkait dengan kenaikan kasus COVID-19, Menparekraf berpesan masyarakat untuk tetap harus waspada dan tingkatkan kewaspadaan, patuhi aturan pemerintah terutama vaksinasi dan booster. “Kita berharap kenaikan kasus yang dipicu varian BA4 dan BA5 tidak hambat momentum kebangkitan ekonomi  kita dalam mencetak 1,1 juta lapangan kerja baru. Keadaan ekonomi sangat berat saat ini terutama di kalangan kelas menengah bawah. Harga harga kebutuhan meningkat. Isu mengenai ekonomi harus kita selesaikan, yaitu bagaimana pemerintah bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat,” beber Sandiaga.

Sandiaga menutup sambutan dengan melantunkan pantun: Makan pilus sama udang rebon, dimakannya sambil tamasya. Semangat terus AKI Cirebon, mari tularkan  rasa bangga buatan Indonesia.[]