Lifestyle

Work From Bali Akan Ada di Jogja dan Daerah Lain

Sandiaga Uno berencana akan terapkan kebijakan Work From Bali di Yogyakarta. Lalu akan terapkan kebijakan yang sama di daerah lain.


Work From Bali Akan Ada di Jogja dan Daerah Lain
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X di Nusantara I, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (14/1/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, berencana akan menerapkan kebijakan Work From Bali di Yogyakarta. Lalu akan terapkan kebijakan yang sama di daerah lain.

“Konsep WFB ini tentu bisa diterapkan di destinasi wisata lain di Indonesia. Namun, ada hal yang harus diperhatikan destinasi wisata tersebut untuk menerapkan work from destination, seperti kawasan yang memiliki layanan end-to-end yang terintegrasi,” ujar Sandiaga Uno, di Weekly Press Briefieng secara daring, pada Senin, (7/6).

“Saat ini, kami tengah menyiapkan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk menjadi destinasi untuk diterpakan kebijakan seperti Work From Bali,” tambahnya.

Menurut Sandiaga Uno, meski Yogyakarta mengalami pertumbuh ekonomi enam persen diawal tahun 2021 di tengah pandemi Covid-19 tapi Yogyakarta harus menyiapkan infrastruktur internet untuk mendukung program work from destination, yang akan dicanangkannya.

“Untuk mendukung program tersebut, kami juga akan berkoordinasi dengan para pihak terkait agar infrastruktur jaringan internet stabil,” katanya.

Apabila kebijakan work from destination bisa diterapkan di Yogyakarta, maka Sandiaga Uno ingin daerah lain juga menerapkan kebijakan tersebut.

“Kami berharap nantinya akan lahir program serupa seperti Work From Lombok, Work From Malang dan sebagainya. Dengan begitu, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat kembali pulih, tidak hanya Bali saja, tapi juga di daerah-daerah lain yang menjadi objek pariwisata,”ucapnya.

Diketahui, Work From Bali ini adalah salah satu kebijakan untuk memulihkan pariwisata Indonesia, yang digarap dengan tidak asal-asalan, karena membutuhkan fasilitas dan  kondisi yang mumpuni untuk pengunjung bisa tetap bekerja tanpa hambatan salah satunya jaringan internet.

Saat ini, kebijakan Work From Bali yang ditetapkan Kemenkomarvest masih untuk daerah Nusa Dua Bali. Pemilihan Nusa Dua karena daerah tersebut telah ditetapkan sebagai green zone oleh Pemrov setempat atau minim kasus positif Covid-19.

Nusa Dua juga dipilih karena pengelolaan wisatawan yang telah berjalan dengan baik, sehingga memudahkan untuk melakukan pengawasan terutama dalam penerapan protokol kesehatan. Ditambah, infrastruktur telekomunikasi dan internet yang mumpuni.[]