News

Sandiaga Sorot Keberadaan Rumah Digital Indonesia

Sandiaga Salahuddin Uno menyambut baik keberadaan Rumah Digital Indonesia (RDI)


Sandiaga Sorot Keberadaan Rumah Digital Indonesia
Esports Berkembang Pesat, Sandiaga Uno: Ini Pemenang Pandemi (screenshoot zoom)

AKURAT.CO, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyambut baik keberadaan Rumah Digital Indonesia (RDI) yang telah resmi diluncurkan pemerintah dalam rangka merayakan HUT ke-76 RI.

Sandiaga mengatakan, Rumah Digital Indonesia bisa menjadi wadah untuk mempromosikan berbagai destinasi wisata di daerah-daerah di Indonesia.

"RDI ini adalah suatu etalase, kita bisa tampilkan sisi-sisi terbaik dari budaya, ekonomi, sisi terbaik kemanusiaannya," kata Sandiaga dalam talkshow 'Bincang Bangsa' bertajuk 'Membuka Pintu Inklusivitas lewat Kolaborasi', beberapa waktu lalu.

Sandiaga mengatakan Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Parekraf fokus pada lima destinasi superprioritas, yakni Danau Toba, Sumatera Utara; Candi Borobudur, Jawa Tengah; Mandalika, Nusa Tenggara Barat; Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur; dan Likupang, Sulawesi Utara.

Selain lima destinasi wisata tersebut, kata Sandiaga, Indonesia memiliki banyak potensi pariwisata yang layak diperkenalkan. Oleh karena itu, Rumah Digital Indonesia hadir menjadi media yang mempromosikan tempat-tempat pariwisata menarik di 34 daerah di Indonesia.

Adapun berbagai tempat wisata menarik lainnya bisa dijelajahi di Ruang Petualangan Nusantara & Wajah Indonesia di Rumah Digital Indonesia.

"Kita punya ribuan desa wisata yang sangat berpotensi dengan 17 subsektor ekonomi kreatif kita, yang sekarang justru bertumbuh di tengah pandemi dan tantangan ekonomi," kata Sandiaga.

Selain RDI, Sandiaga bakalmendorong dan meningkatkan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang Parekraf.

Sandiaga mengatakan, pengembangan SDM dilakukan agar pelaku parekraf dapat beradaptasi, berinovasi dan berkolaborasi, sehingga semakin bersaing. Salah satu pengembangan SDM yang dilakukan Kemenparekraf ialah dengan mendorong pelaku usaha parekraf meningkatkan kemampuan berbahasa asing.

Lewat kemampuan berbahasa asing, pelaku usaha parekraf dapat dalam mengenalkan, memasarkan hingga menjual beragam produk ekonomi kreatif, maupun memberikan layanan kepada wisatawan, baik langsung maupun secara digital.

Pernyataan itu disampaikan Sandiaga dalam Seminar Nasional Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) LIA Jakarta bertajuk 'Pentingnya Bahasa Asing di Dunia Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang digelar secara virtual pada Minggu (1/8/2021).

Masih kata Sandiaga, penguasaan bahasa asing akan mendukung terciptanya komunikasi yang efektif, baik dalam mengenalkan pariwisata dan menjual produk ekonomi kreatif, membangun dan memperluas jejaring. Dirinya pun berharap Sekolah Tinggi Bahasa Asing LIA Jakarta dapat berinovasi mencetak SDM yang kompeten berbahasa asing dengan memperhatikan perkembangan tren dan teknologi.[]