Ekonomi

Sandiaga Minta Pelaku UMKM Tak 'Latah' Ikutan Tren Bisnis Musiman

Sandiaga Minta Pelaku UMKM Tak 'Latah' Ikutan Tren Bisnis Musiman
Sandiaga Uno Beri Sambutan Pada Grand Final Piala Presiden Esport 2022 di senayan (Youtube Kincir Esport )

AKURAT.CO Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, meminta para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak ikut-ikutan tren bisnis musiman, namun fokus meningkatkan kapasitas usaha masing-masing sehingga lebih berdaya saing.

“Saat ini, banyak pelaku UMKM yang ikut-ikutan melihat tren usaha yang sedang booming sehingga melupakan dan tidak fokus terhadap bisnis utamanya,” katanya saat kegiatan “Bacarita Santai dengan Pelaku UMKM Kota Ternate” di Ternate, Maluku Utara, seperti dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Minggu (27/11/2022).

Menurut dia, seharusnya bisnis dijalankan secara fokus agar dapat berkelanjutan. Jika berhenti berjualan di bisnis utamanya, lanjut dia, maka pelanggan akan dengan mudah mencari penjual lain.

baca juga:

Dia sempat berdialog dengan seorang pelaku UMKM bernama Ibrahim yang berjualan batagor. Saat di tengah demam Piala Dunia 2022, Ibrahim beralih menjadi penjual bendera dari berbagai negara peserta Piala Dunia yang sudah ia lakukan sejak 1 November 2022.

“Boleh mengikuti tren, namun yang perlu kita pelajari adalah bagaimana usaha batagor tetap berjalan dan jualan bendera juga bisa berjalan, sehingga saat sudah bukan musim Piala Dunia, bisnis utama Pak Ibrahim bisa tetap bertahan dan tidak kehilangan customer sehingga bisa naik kelas,” ujar Menparekraf

Pekerjaan rumah lainnya yang harus dibenahi untuk mengembangkan UMKM ialah memberikan pelatihan terkait digitalisasi, peningkatan kapasitas, dan pendampingan kepada pelaku UMKM yang bergerak di bidang kuliner, fesyen, serta kriya.

“Kami yakin dengan kolaborasi bersama ini Provinsi Maluku Utara mampu menciptakan 1,1 juta lapangan kerja baru di tahun ini dan 4,4 juta pada tahun 2024. Saya akan berjuang untuk itu, karena saya dulu seorang pengusaha yang berjuang menciptakan jaringan usaha dari 3 orang karyawan menjadi 30 ribu karyawan,” ungkap dia. []