News

Sandiaga Minta Distribusi Vaksin Pelaku Parekraf Lebih Giat

Sandiaga Salahuddin Uno mendorong agar pendistribusian vaksin Covid-19 untuk pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) dilakukan lebih giat lagi.


Sandiaga Minta Distribusi Vaksin Pelaku Parekraf Lebih Giat
Menparekraf Sandiaga Uno (Dok. Kemenparekraf)

AKURAT.CO, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mendorong agar pendistribusian vaksin COVID-19 untuk pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) dilakukan lebih giat lagi.

Hal itu merujuk pada data yang menyebut masih minimnya angka pelaku parekraf yang menerima faksin baik dosis pertama maupun kedua.

"Dari data yang sudah kita terima dan kita lakukan kajian bersama dari Dinkes, asosiasi pelaku wisata dan ekonomi kreatif, baru di bawah 3 persen pelaku parekraf yang mendapat vaksin baik yang pertama dan kedua," kata Sandiaga dalam keterangannya, Sabtu (29/5/2021).

"Harapan kita, vaksin ini bisa didistribusikan lebih giat lagi di sektor parekraf untuk membangkitkan rasa aman dan nyaman, bukan hanya bagi wisatawan tapi juga bagi pekerja sektor pariwisata," imbuh dia.

Sandiaga mengatakan, vaksin kini menjadi salah satu aturan yang diperhitungkan dalam dunia pariwisata. Banyak negara yang mulai menerima wisatawan dengan syarat vaksinasi. Sebelum membuka diri, negara-negara tersebut sudah lebih dulu menjamin wisatawan dengan memvaksin pelaku pariwisatanya.

Dalam konteks pariwisata Indonesia, Sandiaga mengatakan Bali kini tengah menjadi prioritas. Saat ini Bali memiliki beberapa strategi untuk mengembalikan angka kunjungan. Salah satunya adalah dengan vaksin.

"Di Bali sendiri target vaksinnya 70 persen sebelum travel corridor dibuka di kuartal ketiga. nah ini yang jadi target kita, memastikan agar kita bisa menurunkan COVID-19 ini dan kembali membangkitan sektor parekraf," terang Sandiaga.

Selain Bali, pria yang akrab disapa Mas Menteri ini mengatakan beberapa daerah pun sudah mengantre untuk dipulihkan. Mulai dari Yogyakarta hingga Jakarta sudah masuk dalam daftar.

"Bali jadi prioritas utama untuk vaksin pariwisata dan ekonomi kreatif. Setelah itu ada Borobudur dan sekitarnya, Joglosemar, dan Jakarta," kata Sandiaga.[]