News

Sandiaga Komitmen Hadirkan Reformasi Regulasi di Sektor Ekraf

Sandiaga mengatakan, banyak pengusaha khususnya di sektor ekonomi kreatif yang hingga saat ini masih terkendala dengan perizinan.


Sandiaga Komitmen Hadirkan Reformasi Regulasi di Sektor Ekraf
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X di Nusantara I, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (14/1/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan banyak pengusaha khususnya di sektor ekonomi kreatif yang hingga kini masih terkendala dengan perizinan. Menurutnya, ini merupakan masalah klasik yang harus segera dicarikan solusinya. 

"Ini masalah klasik. Di tengah pandemi ini, pemerintah harus berpihak kepada masyarakat yang membutuhkan. Dan karena ekonomi kretif adalah ekonomi yang menghadirkan keberadilan," kata Sandiaga dalam keterangannya, Sabtu (31/7/2021). 

Sandiaga mengakui, pengusaha memiliki peran sangat vital dalam menyediakan lapangan kerja. Dengan begitu pengusaha membantu pemerintah dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk menciptakan iklim usaha yang baik dan kondusif, pemerintah berkomitmen untuk menghadirkan reformasi regulasi.

"Dalam rapat terbatas dengan Presiden Jokowi, dimana sekali lagi kita membahas ini. Arahan beliau dan kami semua di kabinet sepakat bagaimana perizinan sampai turunannya hingga ke tingkat desa bisa kita berikan kemudahan, penyederhanaan," kata Sandiaga.

Dengan hadirnya kemudahan perizinan serta kepastian usaha yang baik, pria yang akrab disapa Mas Menteri ini berharap akan lahir semakin banyak pengusaha dan iklim investasi di Indonesia bisa meningkat serta ekonomi Nasional bisa bangkit.

"Dengan kemudahan berusaha ini kita gerakkan ekonomi melali sektor-sektor yang justru tumbuh di tengah krisis. Seperti kuliner, kriya, fesyen ini berpeluang tumbuh," kata Sandiaga.

Jauh sebelum itu, Sandiaga pernah memaparkan tiga cara jitu membangkitkan UMKM dan ekonomi kreatif agar mampu bangkit serta bertahan di tengah situasi pandemi Covid-19.

"Pertama, bahwa kalau kita ingin bangkit, kita harus mampu memiliki keterampilan-keterampilan baru yang berkaitan dengan prokes (protokol kesehatan) dan digitalisasi," kata Sandi berdiskusi dengan para pegiat pariwisata dan ekonomi kreatif di Puri Mataram, Sleman, Kamis (20/5/2021).

Eks Wagub DKI Jakarta itu meyakini keterampilan itu menuntun pada terbukanya peluang-peluang baru. Kemenparekraf berkomitmen memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk meningkatkan keterampilan. 

Tips kedua adalah dengan menjajaki era ekonomi berkeadilan yang berpihak kepada pelaku UMKM dan para pelaku ekonomi kreatif. 

Sandiaga menyebut setidaknya ada 60 juta lebih pelaku UMKM dan 34 juta lebih pelaku ekonomi kreatif dan pariwisata yang harus mendapat perhatian.

"Kita harus memberikan program-program yang tepat sasaran dan tepat waktu kepada masyarakat yang membutuhkan," sebutnya. 

Kemenparekraf dalam hal ini siap turun tangan mendukung digitalisasi produk para pelaku UMKM tersebut. Didukung pula agar bisa menyesuaikan dengan protokol kesehatan. 

"Ketiga, kita perlu pendekatan era baru. Yakni gerak cepat atau gercep, gerak bersama atau geber, dan gaspol atau menggarap semua potensi yang ada," tandasnya. []