News

Sandiaga: Kemampuan Bahasa Asing Jadi Kunci Pengembangan Parekraf

Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan terus mendorong dan meningkatkan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang Parekraf.


Sandiaga: Kemampuan Bahasa Asing Jadi Kunci Pengembangan Parekraf
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X di Nusantara I, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (14/1/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan terus mendorong dan meningkatkan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang Parekraf.

Sandiaga mengatakan, pengembangan SDM dilakukan agar pelaku parekraf dapat beradaptasi, berinovasi dan berkolaborasi, sehingga semakin bersaing. Salah satu pengembangan SDM yang dilakukan Kemenparekraf ialah dengan mendorong pelaku usaha parekraf meningkatkan kemampuan berbahasa asing.

Lewat kemampuan berbahasa asing, pelaku usaha parekraf dapat dalam mengenalkan, memasarkan hingga menjual beragam produk ekonomi kreatif, maupun memberikan layanan kepada wisatawan, baik langsung maupun secara digital.

Pernyataan itu disampaikan Sandiaga dalam Seminar Nasional Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) LIA Jakarta bertajuk 'Pentingnya Bahasa Asing di Dunia Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang digelar secara virtual pada Minggu (1/8/2021).

Masih kata Sandiaga, penguasaan bahasa asing akan mendukung terciptanya komunikasi yang efektif, baik dalam mengenalkan pariwisata dan menjual produk ekonomi kreatif, membangun dan memperluas jejaring. Dirinya pun berharap Sekolah Tinggi Bahasa Asing LIA Jakarta dapat berinovasi mencetak SDM yang kompeten berbahasa asing dengan memperhatikan perkembangan tren dan teknologi.

"Saya berharap agar Sekolah Tinggi Bahasa Asing LIA Jakarta untuk terus berinovasi dalam meningkatkan SDM yang terampil dan kompeten berbahasa asing, baik yang akan terjun ke dunia parekraf maupun bidang lainnya," ujar Mas Menteri -sapaan akrab Sandiaga-.

Sandiaga berharap, seminar virtual tersebut dapat memberikan inspirasi kepada seluruh pihak untuk tetap semangat dan terus berkarya, terutama akan pentingnya bahasa asing di dunia pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Semoga apa yang kita cita-citakan bersama dapat terwujud demi kesejahteraan, kemajuan bangsa dan negara Indonesia," kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) LIA Jakarta, Siti Yulidhar mengatakan pihaknya telah ikut membuka peluang kewirausahaan berbasis bahasa sekaligus mencerdaskan bangsa sejak berdiri 1999. 

"Kita telah menyaksikan bagaimana semangat membangun kewirausahaan berbasis bahasa atau languagepreneur menunjukkan peningkatan yang signifikan. Untuk itu, dukungan pemerintah dalam bentuk regulasi yang mendukung penguatan bahasa asing di dunia pendidikan merupakan salah satu kunci," ungkapnya.[]