News

Sandiaga Beberkan Strategi Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Rest Area

Sandiaga menawarkan para pelaku ekraf diberikan pelatihan melalui Program Bedah Desain Kuliner Nusantara (Bedakan).


Sandiaga Beberkan Strategi Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Rest Area
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kunjungan kerja ke Desa Wae Rebo yang terletak di Provinsi Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), beberapa waktu lalu. (Dok. Kemenparekraf)

AKURAT.CO, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno menyatakan salah satu cara meningkatkan kunjungan wisata berkualitas ke rest area dengan memberikan diferensiasi produk.

Sehingga, Sandiaga mengupayakan agar para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) setempat dapat menciptakan diferensiasi antar 30 kios yang berada di Rest Area 229B. 

“Kalau ada beberapa produk yang berbeda satu sama lain, keunikan ini akan meningkatkan bukan hanya pengalaman, tapi kenangan. Nantinya rest area ini akan selalu menjadi buah bibir,” kata Sandiaga Uno dalam keterangannya, Rabu (26/1/2022).

baca juga:

Kemudian, Sandiaga menawarkan para pelaku ekraf diberikan pelatihan melalui Program Bedah Desain Kuliner Nusantara (Bedakan). Sebab, masyarakat mendatangi tempat peristirahatan hanya untuk istirahat, pergi ke toilet, salat, dan makan. 

Padahal, lanjut Sandiaga, tempat peristirahatan dapat menyediakan produk-produk ekraf kerajinan khas setempat seperti peralatan shalat dan sarung gaya Cirebon.

Selain mengembangkan pelbagai produk ekraf untuk meningkatkan kunjungan wisata, dapat dilakukan pula dengan menggelar seni budaya, seni pertunjukan, musik, dan bioskop rakyat.

“Kita bisa dorong kebangkitan inovasi sehingga lebih banyak peluang usaha dan lapangan kerja bagi para pelaku ekraf,” kata Sandiaga Uno.

Pengelola Rest Area 229B Teguh Pribadi menyatakan bahwa terdapat 18 persen pengunjung datang ke tempat peristirahatan tersebut dari 31 ribu kendaraan yang berlalu-lalang di Tol Kanci-Pejagan. Karena itu ia mengharapkan agar ada peningkatan kunjungan menjadi 25 persen.

“Kebanyakan dari pengunjung rest area tersebut tidak membeli berbagai produk kreatif karena hantaman pandemi COVID-19 yang melemahkan daya beli masyarakat. Mereka hanya menumpang beristirahat dengan membawa tikar dan makanan sendiri,” kata dia.[]