News

Sandiaga Akui Pembukaan Bali untuk Turis Perlu Kehati-hatian Tikat Tinggi

Sandiaga Salahuddin Uno bakal menunda pembukaan Bali bagi turis asing apabila pandemi COVID-19 belum menunjukan perbaikan.


Sandiaga Akui Pembukaan Bali untuk Turis Perlu Kehati-hatian Tikat Tinggi
Deretan potret Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno di berbagai kegiatan (Instagram/sandiuno)

AKURAT.CO, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno bakal menunda pembukaan Bali bagi turis asing apabila pandemi COVID-19 belum menunjukan perbaikan.

Sandiaga mengatakan, berbagai simulasi tengah dilakukan guna memastikan pembukaan gerbang wisata Bali  dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). Sebab, pembukaan Bali memang memerlukan kehati-hatian tingkat tinggi. 

"Jika nantinya tidak memungkinkan untuk dibuka, kita akan tunda sampai keadaan cukup kondusif," kata Sandiaga dalam keterangan resminya, Kamis (17/6/2021).

Masih kata Sandiaga, simulasi-simulasi terkait prokes terus dilakukan di titik-titik rawan, semisal di bandara. Saat ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama pihak terkait masih berupa menyiapkan segala pemenuhan dari prakondisi-prakondisi pembukaan wisata Bali. Di mana kesiapan ini sudah sekitar 85 hingga 90 persen.

Selain prokes, kata Mas Menteri -sapaan akrab Sandiaga-, saat ini fokus pemerintah dalam reaktivasi pariwisata Bali meliputi, yakni mempercepat program vaksinasi di Bali. Targetnya, 3 juta penduduk Bali (70% dari total 4,3 juta orang) bisa mendapatkan vaksinasi.

"Kedua, meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Untuk membantu upaya tersebut diantaranya melalui Gerakan "Bersih, Indah, Sehat, dan Aman" (BISA) yang akan terus digulirkan di destinasi wisata. Termasuk meningkatkan jumlah sertifikasi CHSE di Bali," kata Sandiaga.

"Ketiga, untuk jangka menengah panjang, penyiapan dari reaktivasi Bali dan diversifikasi ekonomi Bali. Diharapkan bisa mempercepat pemulihan pariwisata Bali," dia menambahkan.[]