News

Sandi Paling Disukai, Prabowo Mulai Ditinggal Pemilih

Peningkatan elektabilitas Sandiaga dipengaruhi beberapa faktor diantaranya karena kejenuhan publik atas ketokohan Prabowo


Sandi Paling Disukai, Prabowo Mulai Ditinggal Pemilih
Sandiaga Uno-Prabowo Subianto (Foto: Net)

AKURAT.CO - Survei terbaru Indonesia Political Opinion (IPO) memotret elektabilitas Prabowo Subianto yang digadang-gadang akan kembali diusung Gerindra dalam kontestasi Pilpres 2024 kian merosot. Jika Pemilihan Presiden (Pilpres) dilaksanakan hari ini elektabilitas Prabowo hanya 8,4 persen, berada di urutan kelima dari 30 nama yang dinominasikan.

Elektabilitas Prabowo kalah dari rekan separtainya Sandiaga Salahuddin Uno. Sandi berhasil menduduki posisi kedua dengan angka elektabilitas sebesar 13,8 persen. Bahkan, dalam skema tokoh menteri paling di sukai, Sandiaga Uno berhasil menduduki posisi puncak dengan tingkat kesukaan publik sebesar 86 persen, disusul Tri Rismaharini 82 persen, baru kemudian Prabowo Subianto dengan 77 persen.

"Membaca tingkat popularitas, elektabilitas dan penerimaan publik terhadap tokoh-tokoh potensial, terutama Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto, terlihat mencolok jika Prabowo mulai ditinggalkan beralih ke Sandiaga Uno yang mulai merangkak naik menggantikan Prabowo," kata Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, Sabtu (4/12/2021).

Survei dilakukan IPO pada 29 November hingga 2 Desember 2021. Pengukuran kesalahan (sampling error) survei 2,50 persen dengan tingkat akurasi data 95 persen. Adapun setting pengambilan sample menggunakan teknik multistage random sampling atau pengambilan sample bertingkat dengan 1200 responden.

Dalam pandangan Dedi, peningkatan elektabilitas Sandiaga Uno dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya karena kejenuhan publik atas ketokohan Prabowo, dan meningkatnya harapan publik agar Sandi menggantikan posisi Prabowo.

"Juga dipengaruhi tren pemilih yang cenderung menyukai tokoh muda," katanya.

Dalam presentasi IPO terlihat jika popularitas Sandi sebesar 87 persen, berada di bawah Prabowo yang memperoleh angka popularitas sebesar 94 persen. Tetapi dari sisi kesukaan publik, Sandiaga lebih unggul dibanding Prabowo.

"Memang terlihat ada ceruk persentase sekira 15 sampai 17 persen yang tidak suka pada Prabowo, sehingga kelompok ini rentan mempromosikan anti Prabowo. Sementara Sandiaga Uno, belum memiliki pembenci yang sedemikian kuat sebagaimana yang dimiliki Prabowo, ini tentu dilematis," tutur Dedi Kurnia.[]