Ekonomi

Sampah Plastik Jadi Tantangan Limbah Global, Teknologi Daur Ulang Harus Dioptimalkan

Plastik adalah sumber daya yang dapat mengubah hidup


Sampah Plastik Jadi Tantangan Limbah Global, Teknologi Daur Ulang Harus Dioptimalkan
Ilustrasi Sampah Plastik Kotori Pantai (Istimewa)

AKURAT.CO Plastik adalah sumber daya yang dapat mengubah hidup. Murah, kuat, ringan, dan tahan terhadap korosi, sehingga sangat diperlukan dalam kehidupan modern.

Namun, kualitas yang sama yang membuatnya berguna di samping pengelolaan limbah yang buruk plastik juga akhirnya telah menciptakan tantangan limbah global. 

Alliance to End Plastic Waste pasalnya telah mengumumkan permintaan proposal untuk dua proyek terkait menciptakan nilai sampah plastik dan untuk teknologi daur ulang sebagai bagian dari misinya untuk mengidentifikasi, mempercepat, dan mengukur solusi untuk membantu mengakhiri sampah plastik di lingkungan.

"Saat ini sebanyak US$80–120 miliar nilai bahan kemasan plastik hilang dari perekonomian setiap tahun," kata Alliance to End Plastic Waste.

Hal ini mewakili nilai yang dapat diperoleh kembali melalui daur ulang, yang pada akhirnya dapat berkontribusi pada peningkatan pengumpulan dan pencegahan kebocoran sampah plastik ke lingkungan. Pada saat yang sama, teknologi daur ulang yang baru dan canggih dapat menangkap nilai plastik bekas dengan mendaur ulangnya kembali menjadi produk bernilai tinggi.

Sekadar informasi, Pemerintah sepakat berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda), industri, dan seluruh lapisan masyarakat dalam mengatasi masalah sampah. Kolaborasi ini akan menjadi kemitraan yang inklusif dalam upaya penanganan sampah, baik yang ada di darat maupun laut.

Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian, Atong Soekirman mengatakan, perlunya membangun kebiasaan atau habit untuk mengelola sampah ini dari awal bagi masyarakat Indonesia. Artinya, mulai dari tingkat playgroup perlu adanya program pendidikan bagaimana cara pengolaan sampah yang baik dan benar.

“Jadi, masyarakat harus dididik dari tingkat dini. Jika Jepang, Singapura, dan negara-negara di Eropa bisa melakukan itu, kenapa Indonesia tidak bisa? Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan perlu juga dilibatkan dalam sinergi untuk pemecahkan permasalahan sampah ini,” ujarnya.

Selain itu, dia juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam pengelolaan sampah. “Kita berbagi peran, apa yang menjadi tugas dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah kabupaten/kota. Dalam hal ini, semua kebijakan-kebijakan yang terkait dengan pengelolaan sampah ini harus benar-benar diimplementasikan secara nyata,” tukasnya.

Selain masyarakat dan pemerintah, Atong mengatakan industri juga memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah ini. Dia mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh perusahaan air minum.

“Perusahaan minuman Aqua ini sudah menggunakan reuse untuk botol kemasannya. Ini kita coba apresiasi hal ini,” katanya.

Dia juga mengingatkan, dalam hal pengelolaan sampah ini, tidak hanya isu lingkungan saja yang harus diperhatikan tapi juga pengembangan ekonominya. Kasubdit Barang dan Kemasan Direktorat Pengelolaan Sampah Ditjen PSLB3 KLHK, Ujang Solihin Sidik mengatakan perlunya membangun format ideal yang mensinergikan antara semua pihak dalam pengelolaan sampah plastik di Indonesia.[]

Denny Iswanto

https://akurat.co