News

Sampah Masker dan Sarung Tangan Sekali Pakai Meningkat, Kesehatan Petugas Kebersihan Terancam


Sampah Masker dan Sarung Tangan Sekali Pakai Meningkat, Kesehatan Petugas Kebersihan Terancam
Truk pengangkut sampah milik Pemprov DKI Jakarta terparkir di kawasan Kalibata, Jakarta, Jumat (19/10/2018). Pemerintah Kota Bekasi bakal membatasi jam operasional truk sampah DKI Jakarta yang melintas di ruas jalan Raya Transyogi atau Alternatif Cibubur, Jalan Ahmad Yani via GT Bekasi Barat dan Jalan Cipendawa via GT Jatiasih mulai Senin (23/10). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mencatat jumlah sampah masker dan sarung tangan bekas pakai alami peningkatan setelah DKI Jakarta dinyatakan darurat Covid-19.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih mengakui hal itu. Namun dia tidak memberikan penjelasan secara rinci terkait persentase kenaikan sampah masker dan sarung tangan. Sampah masker dan sarung tangan masuk dalam kategori limbah B3 atau limbah bahan beracun berbahaya. 

"Masker dan sarung tangan sekali pakai, sampah yang potensial masuk kategori limbah bahan beracun berbahaya. Mengalami peningkatan," kata Adono saat dikonfirmasi, Jumat (10/4/2020).

Andono mengatakan, sampah B3 membahayakan kesehatan petugas di lapangan yang bertanggung jawab atas kebersihan lingkungan Ibu Kota. 

Atas dasar itu, Andono menyebut, Dinas Lingkungan Hidup menerapkan protokol pengelolaan sampah masker dan sarung tangan sesuai dengan aturan yang berlaku. Dia menyebut sampah tersebut akan diperlakukan khusus.

"Protokol pengelolaan limbah B3 rumah tangga ini bertujuan untuk mencegah penyebaran COVID-19. Selain itu, juga untuk melindungi petugas kebersihan di garda depan yang terlibat dalam penanganan sampah," tandasnya.

Pengelolaan limbah infeksius dari fasilitas pelayanan kesehatan, kata Andono, berpedoman pada Permen LHK No. 56 Tahun 2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah B3 dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Sedangkan untuk pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3) yang bersumber dari rumah tangga, kata Andono, berpedoman pada Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 2 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19).

“Tata kelola ini sudah berjalan, rumah sakit dan klinik kesehatan telah bekerjasama dengan jasa pengolahan limbah medis yang berizin dari KemenLHK,” tuturnya.

Andono melanjutkan, sebelum corona merebak di Jakarta sampah masker dan sarung tangan hanya terkonsentrasi di tempat dan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit atau klinik. Namun saat ini kedua barang tadi sudah masuk menjadi sampah rumah tangga.

"Sebelumnya, limbah jenis ini terkonsentrasi di fasilitas pelayanan kesehatan, namun sekarang sampah jenis ini juga banyak timbul dari rumah tangga,” ucapnya.[]

 

Arief Munandar

https://akurat.co