News

Sambut Kunjungan Biden ke Asia,  Korut Tembakkan 3 Rudalnya, Termasuk ICBM

Korea Utara (Korut) telah menguji coba untuk menembakkan tiga rudalnya di lepas pantai timur negara itu.


Sambut Kunjungan Biden ke Asia,  Korut Tembakkan 3 Rudalnya, Termasuk ICBM
Orang-orang menonton layar TV yang menampilkan program berita tentang peluncuran rudal Korut, di sebuah stasiun kereta api di Seoul, Korsel, Rabu (25/5) (Lee Jin-man/ AP)

AKURAT.CO Korea Utara (Korut) telah menguji coba untuk menembakkan tiga rudalnya di lepas pantai timur negara itu. Menurut pemerintah Korea Selatan (Korsel) dan Jepang, di antara yang diluncurkan Pyongyang diduga termasuk rudal balistik antarbenua (ICBM).

Tes rudal itu berlangsung pada Rabu (25/5), atau hanya beberapa jam usai Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, meninggalkan Korsel dan Jepang. Sementara dalam tur lima harinya di wilayah itu, Biden telah berjanji untuk membela Seoul dan Tokyo dalam menghadapi persenjataan nuklir dan rudal Pyongyang yang terus berkembang.

Menurut Kepala Staf Gabungan Korsel (JCS), rudal pertama pada Rabu diluncurkan dari daerah Sunan di ibu kota Pyongyang, pada pukul 6 pagi waktu setempat. Sementara yang kedua diluncurkan 37 menit kemudian, dan yang ketiga, lima menit setelahnya.

baca juga:

Militer mengatakan bahwa rudal pertama dari tiga proyektil diduga adalah ICBM, yang saat diuji terbang sekitar 360 kilometer dengan ketinggian maksimum 540 kilometer. 

Jika dikonfirmasi, ini akan menjadi uji coba ICBM kedua yang dilakukan Korut sejak Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un mengakhiri moratorium uji coba rudal jarak jauh selama empat tahun pada Maret.

Sementara proyektil kedua, menurut JCS, tampaknya gagal setelah mencapai ketinggian 20 kilometer. Yang ketiga, yang diduga rudal balistik jarak pendek, terbang sekitar 760 kilometer dengan ketinggian maksimum 60 kilometer.

Presiden Korsel Yoon Suk-Yeol, yang mengadakan pertemuan Dewan Keamanan Nasionalnya, telah mengutuk peluncuran tersebut. Ia pun menyebut tindakan Pyongyang sebagai 'provokasi serius yang mengancam perdamaian internasional'. Sebagai tanggapan lanjutan, ia juga telah memerintahkan upaya pencegahan dengan memperkuat pertahanan gabungan militer Korsel-AS. 

"Presiden telah memerintahkan langkah-langkah praktis untuk mengaktifkan pencegahan yang diperpanjang dan memperkuat postur pertahanan gabungan Korea Selatan-AS," kata sebuah pernyataan dari kantornya.