Rahmah

Sambut Hari Sumpah Pemuda, ini 5 Karakter Pemuda dalam Hadits Nabi

Pemuda dalam perspektif hadits Nabi


Sambut Hari Sumpah Pemuda, ini 5 Karakter Pemuda dalam Hadits Nabi
Ilustrasi pemuda (pinterest.com)

AKURAT.CO Sumpah Pemuda adalah suatu ikrar pemuda-pemudi Indonesia yang mengaku bertumpah darah satu, tanah Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Keberadaan pemuda dalam suatu bangsa merupakan suatu hal yang penting, karena mereka menjadi tonggak bagi maju atau tidaknya suatu bangsa. Pemuda menjadi tumpuan kepercayaan masyay di masa depan.

Menyambut hari pemuda, kita perlu belajar dari hadits Nabi, bagaimana Nabi Muhammad memberikan makna atas pemuda dan pentingnya pemuda melakukan hal-hal positif dalam hidupnya. Berikut 5 esensi pemuda dalam hadits Nabi;

Pemuda Harus Kreatif dan Produktif

قَالَ أَبُو بَكْرٍ –وَعِنْدَهُ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ- لِزَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ : إِنَّكَ رَجُلٌ شَابٌّ عَاقِلٌ لاَنَتَّهِمُكَ، وَقَدْ كُنْتَ تَكْتُبُ الْوَحْيَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَتَتَبَّعِ الْقُرْآنَ فَاجْمَعْهُ

Artinya: "Abu Bakr Radhiyallahu anhu mengatakan kepada Zaid bin Tsâbit saat itu Umar bin al-Khatthab RA berada diantara mereka, “Sesungguhnya kamu laki-laki yang masih muda, cerdas dan kami tidak menuduhmu (berbuat dusta), kamu dahulu menulis wahyu untuk Rasûlullâh, maka sekarang telitilah Al-Qur’an itu dan kumpulkanlah ia." [HR. Al-Bukhâri].

Hadis ini memberikan isyarat akan keharusan seorang pemuda menjadi pribadi yang kreatif, produktif, dan memberikan kontribusi bagi kebutuhan masyarakatnya.

Pemuda Harus Takut Melakukan Kemaksiatan

دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى رَجُلٍ وَهُوَ فِي الْمَوْتِ، فَقَالَ: «كَيْفَ تَجِدُكَ؟» قَالَ: أَرْجُو اللَّهَ وَأَخَافُ ذُنُوبِي، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَجْتَمِعَانِ فِي قَلْبِ عَبْدٍ فِي مِثْلِ هَذَا الْمَوْطِنِ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ الَّذِي يَرْجُو وَأَمَّنَهُ الَّذِي يَخَافُ

Artinya: "Rasulullah mendatangi seorang pemuda yang dalam keadaan sekarat, Rasullah berkata padanya: bagaimana keadaanmu? Saya berharap kepada Allâh Ya Rasulullah, dan aku takut akan dosa-sosaku, kemudian Rasulullah bersabda: tidaklah roja’ ( pengharapan) dan khauf ( rasa takut)  berkumpul dalam hati seorang hamba disaat seperti ini, kecuali Allâh akan memberikan kepadanya apa yang dia harapkan, dan akan melindunginya dari segala hal yang dia takutkan." [HR Ibnu Majah]

Sedangkan hadis ini memberikan isyarat akan keharusan bagi pemuda untuk menjadi pribadi yang berharap kepada hal-hal kebaikan dan takut dengan berbuat dosa. Pemuda demikian kelak akan menjadi pemuda yang diperhatikan Allah SWT.