News

Sambut Hari Raya Waisak 2556 BE, Lukman: Sebaik-baiknya Kita yang Mampu Memberikan Kebermanfaatan

Mantan Menteri Agama periode 2014-2019 Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan sebaik-baiknya kita adalah yang mampu memberikan kebermanfaatan bagi orang lain


Sambut Hari Raya Waisak 2556 BE, Lukman: Sebaik-baiknya Kita yang Mampu Memberikan Kebermanfaatan
Lukman Hakim Saifuddin pada Acara Anjangsana Hari Raya di Wisma Sangha Theravada Indonesia, Minggu (15/5/2022). (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO, Memperingati Hari Gema Trisuci Waisak 2566 BE, mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin periode 2014-2019 mengungkapkan rasa syukurnya bahwa masyarakat dapat hidup berdampingan dengan penuh toleransi dalam perbedaan beragama di Indonesia.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri acara Anjangsana Hari Raya di Wisma Sangha Theravada Indonesia, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Minggu (15/5/2022).

Tidak hanya memperingati Hari Raya Waisak saja melainkan juga memperingati Hari Raya Idul Fitri serta Hari Kenaikan Isa Almasih.

baca juga:

Acara tersebut juga dihadiri oleh tokoh-tokoh lainnya seperti Rohaniawan Katolik Romo Mudji Sutrisno, dan juga Ketua Wihara Dhammasubhu Mahathera.

"Tentu kita semua bersyukur dan berbahagia bahwa Sanggar Theravada Indonesia pada hari ini (15/5/2022), mengadakan acara khusus yang itu dalam rangka memperingati tiga hari raya umat beragama, yaitu pertama adalah hari raya umat Islam yaitu Idul Fitri, lalu juga hari trisuci Waisak itu sendiri hari raya umat Budha dan juga dalam rangka merayakan hari raya umat Kristiani yaitu kenaikan Isa Almasih," ucap Lukman di Wisma Sangha Theravada, Minggu (15/5/2022).

Lukman mengungkapkan hal itu tak hanya patut untuk disyukuri, namun juga dapat diapresiasi karena dengan cara memperingati hari raya umat suci beragama di Indonesia dapat semakin mendekatkan umat satu dengan umat lainnya.

"Umat beragama yang beragam ragam akan makna dari kesucian hari raya tersebut, sehingga lalu kemudian setiap kita mampu kembali ke jati diri kemanusiaan kita, kata hakekat agama adalah bagaimana upaya kita mengendalikan diri kita masing-masing sehingga kemanusiaan kita tetap mampu terjaga dan terpelihara dengan baik, dengan begitu kita mampu menebarkan kebermanfaatan bagi sesama," jelas Lukman.

Lukman menyampaikan Sanggar Theravada Indonesia melalui Bante Dhamamashubo dapat mengaktualisasikan serta melaksanakan nilai nilai kebijakan dalam toleransi beragama di Indonesia.

"Di mana di tengah nilai-nilai keragaman kita, kita tetap mampu bersatu bersama-sama untuk kembali kepada inti pokok ajaran agama itu sendiri, yaitu mampu mengendalikan diri kita agar nilai kebermanfaatan kita itu mampu mengejawantah bagi kepentingan orang lain," ungkapnya.