Rahmah

Sambut Hari Guru Nasional, Ini 7 Hadits tentang Pentingnya Ilmu

Sambut Hari Guru Nasional, Ini 7 Hadits tentang Pentingnya Ilmu
Menuntut Ilmu (unsplash.com)

AKURAT.CO Hari Guru Nasional diperingati setiap tanggal 25 November. Peringatan ini sebagai bentuk apresiasi kepada jasa para guru di Indonesia. Di Indonesia, penetapan Hari Guru Nasional tertuang dalam keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 yang ditetapkan oleh Presiden Soeharto.

Dalam pandangan Islam, guru memiliki kemuliaan yang tak tertandingi. Sebagaimana tersirat dari firman Allah Swt:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

baca juga:

Artinya" “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al-Mujadalah 11).

Ayat di atas memberi isyarat bahwa orang-orang yang berilmu, termasuk guru-ditambah dengan mengamalkan ilmunya-adalah mereka yang Allah tinggikan derajatnya. Mereka memiliki posisi penting dalam perkembangan peradaban dan majunya keilmuan.

Nabi Muhammad juga bersabda,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ : إِذَا مَاتَ اَلْإِنْسَانُ اِنْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالَحٍ يَدْعُو لَهُ – رَوَاهُ مُسْل

Artinya: “Dari Abu Hurairah ra. Bahwa Rasulullah SAW bersabda: ‘Apabila seorang manusia telah meninggal maka terputuslah amalannya kecuali 3 hal yaitu: Shodaqah jariyah atau ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendo’akan orang tuanya”.

Terkait dengan Hari Guru Nasional, ini pentingnya ilmu dalam hadits Nabi Muhammad SAW,

1. Hadis tentang keutamaan ilmu:

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَهَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ

Artinya: "Barangsiapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat, hendaklah ia menguasai ilmu. Dan barang siapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat), hendaklah ia menguasai ilmu." (HR. Ahmad)