Ekonomi

Sambangi Kementerian ESDM, 10 Kepala Desa Sumbawa Barat Sampaikan Aspirasi

Sambangi Kementerian ESDM, 10 Kepala Desa Sumbawa Barat Sampaikan Aspirasi
Ilustrasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). (Dok. Humas Kementerian ESDM)

AKURAT.CO Sebanyak 10 kepala desa dari desa-desa di sekitar lingkar tambang proyek Batu Hijau Kabupaten Sumbawa Barat (Kecamatan Jereweh, Maluk, Sekongkang), bersama perwakilan masyarakat yang tergabung dalam Forum Gerakan Peduli Investasi (FGPI) Sumbawa Barat menyambangi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menyampaikan aspirasi terkait dengan kondisi iklim investasi di Sumbawa Barat. 

Kunjungan ini diterima oleh Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Rida Mulyana di Jakarta, Jumat (20/1/2023).

Dalam pertemuan tersebut, Rida menyatakan, pihaknya menyambut baik kedatangan masyarakat Sumbawa Barat di Kementerian ESDM. Menurutnya, segala bentuk informasi terkait aktivitas perusahaan tambang menjadi suatu hal yang selalu dibutuhkan dalam rangka menjaga iklim investasi.  

baca juga:

“Pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM berjalan lurus sesuai regulasi yang ada. Begitupula dengan investasi yang ada, tentunya juga dikawal sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku. Jadi menutup tambang itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena ada kriteria dan tahapan-tahapannya,” kata Rida dalam keterangan persnya, Sabtu (21/1/2023).

Juru bicara FGPI, Leo Supardinata mengungkapkan, bahwa semangat audiensi dengan Kementerian ESDM berangkat dari kegelisahan masyarakat yang tergabung dalam FGPI dan perwakilan masyarakat lingkar tambang, terkait isu investasi yang terus bergulir di Sumbawa Barat. 

“Kita ingin mempertegas terkait berbagai isu liar yang beredar. Ada banyak narasi dan tuduhan seperti pelanggaran HAM hingga permintaan menutup tambang. Setelah kita kroscek, ternyata semuanya baik baik saja. Jadi, aneh saja kalau ada yang menyebutkan ada masalah besar terkait perusahaan tambang di Sumbawa Barat,” ungkap Leo.

Menanggapi gejolak di daerah, Leo berharap agar masyarakat menanggapinya dengan bijaksana. Menjaga kondusifitas daerah, kata dia, menjadi tanggung jawab bersama yang harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat. 

Dia menegaskan, kepala desa yang hadir merupakan perwakilan dari masyarakat yang sebenarnya. Dampak positif dari operasional perusahaan dan juga berbagai program CSR yang dijalankan perusahaan, telah dirasakan oleh masyarakat, meskipun masih banyak juga hal yang dapat ditingkatkan. 

Sementara itu, mewakili Kepala Desa di Lingkar Tambang, Kepala Desa Beru Kecamatan Jereweh, Jauhari Effendi, menegaskan, bahwa menjaga investasi AMMAN di Sumbawa Barat adalah suatu hal yang harus dilakukan, karena berbanding lurus dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.