Lifestyle

Sama-sama Gurih, Ini Lho Perbedaan Keju Mozzarella dan Cheddar

Keju memiliki berbagai manfaat yang baik untuk kesehatan karena terdiri dari sumber protein hewani dan kalsium


Sama-sama Gurih, Ini Lho Perbedaan Keju Mozzarella dan Cheddar
Keju (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Keju merupakan makanan olahan dari susu yang bisa juga dijadikan sebagai camilan atau ditambahkan ke dalam makanan. Meski demikian, masih ada juga sebagian orang yang kurang menyukai keju karena rasanya yang bikin mual atau memang tidak cocok dengan seleranya. Namun, keju juga memiliki berbagai manfaat yang baik untuk kesehatan karena terdiri dari sumber protein hewani dan kalsium.

Di samping itu, keju memiliki 2 jenis yang sering kita temukan di pasaran, yakni keju mozarella dan keju cheddar. Kedua jenis keju tersebut juga cukup populer di Indonesia dan juga banyak disukai oleh berbagai kalangan.

Selain itu, masing-masing keju cheddar dan mozarella juga memiliki rasa yang gurih. Namun, keduanya tentu juga mempunyai perbedaan, yang mungkin masih belum diketahui oleh sebagian orang. Seperti apa perbedaannya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Keju Cheddar

Keju cheddar berasal dari daerah di Somerset, Inggris. Dari segi pembuatan, keju cheddar menggunakan susu sapi sebagai bahan untuk pembuatannya. Keju yang satu ini memiliki tekstur yang keras dan warna yang kekuningan. Keju cheddar juga dibuat dengan bentuk yang mudah untuk dikonsumsi, dan bahkan bisa juga diolah kembali, seperti bentuk block dan slice.

Selain itu, karena banyak sekali ditemukan di pasaran, keju cheddar dibanderol dengan harga yang relatif murah. Untuk ketahanannya, keju cheddar bisa bertahan lebih lama dalam hal pengawetan, yakni dapat bertahan hingga 60 bulan.

Keju cheddar juga kerap dijadikan sebagai bahan dasar dalam membuat kue dan makanan. Nah, di Indonesia, keju cheddar sering digunakan ke dalam berbagai makanan, seperti martabak, roti bakar, pisang goreng, donat, dan sebagainya. Meski sama-sama memiliki rasa yang enak dengan keju mozzarella, keju cheddar diklaim memiliki rasa yang lebih gurih.

Keju ini perlu dikemas secara hati-hati karena mengandung kalsium laktat yang banyak, sehingga inilah yang membuat tekstur keju cheddar menjadi keras. Keju cheddar juga merupakan salah satu keju yang paling banyak diproduksi secara komersial.

Keju Mozzarella

Keju mozarella berasal dari negara Italia yang populer dengan makanan pizza-nya. Keju mozzarella ini juga memiliki tekstur yang lembut dan kenyal, serta tidak keras. Hal ini dapat terjadi ketika sedang dipanaskan.

Selain itu, keju yang satu ini juga memiliki warna yang cenderung putih. Nah, dari segi penyimpanan atau pengawetan, keju mozzarella ini bisa bertahan dalam rentang waktu hanya 1 bulan. Namun, keju ini bisa juga diawetkan hingga waktu 6 bulan, lho!

Tak hanya itu, keju dengan teksturnya yang tidak begitu keras ini juga kerap dijadikan sebagai topping pada menu western food, seperti pasta, pizza, lasagna, dan baked rice. Keju mozzarella terasa lebih enak saat disantap dalam kondisi hangat.

Keju mozarella juga memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan, antara lain dapat mencegah naiknya gula darah, menguatkan otot dan tulang, serta memperbaiki fungsi otak. Perlu diketahui juga, bahwa keju mozzarella jarang dipasteurisasi. Berbeda dengan keju cheddar yang sering dipasteurisasi. Ini mungkin menjadi salah satu perbedaan lain antara keju cheddar dan mozarella.

Nah, buat kamu penggemar keju, khususnya keju mozarella atau cheddar, keduanya memang memiliki rasa yang enak dan juga gurih. Hanya saja kedua jenis keju tersebut memiliki perbedaan yang tidak begitu banyak, seperti pada tekstur dan rentang usia ketahanannya. Tak ada masalah jika kamu memilih keju cheddar atau mozarella sebagai pelengkap hidangan sesuai keinginanmu.[]