News

Salut! Dalam Seminggu, Dokter AS Kumpulkan Donasi Rp7 Miliar untuk Bantu Sumbang Tangki Oksigen ke India

Salut! Dalam Seminggu, Dokter AS Kumpulkan Donasi Rp7 Miliar untuk Bantu Sumbang Tangki Oksigen ke India


Salut! Dalam Seminggu, Dokter AS Kumpulkan Donasi Rp7 Miliar untuk Bantu Sumbang Tangki Oksigen ke India
Ruchika Talwar, seorang dokter residen berusia 28 tahun di Universitas Pennsylvania, mengatakan dia dan sekelompok dokter daerah telah mengumpulkan sekitar Rp7 miliar untuk India (CNN)

AKURAT.CO, Seorang dokter residen bedah urologi di Universitas Pennsylvania, Amerika Serikat (AS) berhasil mengumpulkan donasi hingga Rp7 miliar untuk menyumbang India yang dilanda krisis medis karena corona. 

Seperti diwartakan CNN, Ruchika Talwar mengumpulkan hampir USD 500 ribu (Rp7,13 miliar) dalam waktu seminggu bersama dengan sekelompok dokter setempat. Hasil sumbangan ini kini telah berubah bentuk jadi pasokan medis, khususnya konsentrator oksigen dan rencananya akan langsung dikirim ke sejumlah rumah sakit pemerintah di India. 

Di antaranya termasuk Rumah Sakit Ram Krishna di Lucknow dan Kolkata; Rumah Sakit Sipil di Ahmedabad; Nair Medical dan KEM di Mumbai hingga Pusat Komando Angkatan Udara di Bangalore.

Seperti diketahui, krisis COVID-19 di India tengah mengalami gelombang infeksi terburuk di dunia. Saban harinya, negara ini mencatat kasus dengan angka menembus lebih dari 300 ribu. 

Laju infeksi yang teramat tinggi itu akhirnya membuat sistem kesehatan India di ambang kehancuran. Suplai oksigen dan tempat tidur rumah sakit jadi kian terbatas. 

Berbagai laporan bagaimana warga sampai mengemis-ngemis persediaan oksigen juga terus bermunculan. Dengan situasi ini, bisa diprediksi bahwa pasien akan terus membludak, melebihi jumlah dokter. 

Di tengah situasi India yang serba muram, warga keturunan India di seluruh dunia, termasuk Talwar melangkah maju untuk mengulurkan tangan melalui upaya akar rumput. 

"Di mana dukungan di sana? Bagaimana kita menggunakan WhatsApp yang ada di sini, di New Jersey dan Philadelphia? Di luar nalar saya, mereka harus menjangkau dunia internasional hanya untuk mendapatkan tempat tidur di kota asal mereka," ujar Talwar yang berusia 28 tahun.

Seminggu yang lalu, Talwar mengirim tweet dan email ke 30 teman dan anggota keluarga dengan tujuan penggalangan dana. Dia, ibunya, dan teman-teman sekolah kedokteran ibunya yang lulusan Maulana Azad di Delhi, awalnya hanya ingin mengirim 50 konsentrator oksigen.

Sementara setiap konsentrator kelas medis harganya bisa mencapai USD 500 (Rp7,1 juta), menurut Talwar. 

Namun, sumbangan yang awalnya hanya melibatkan puluhan orang kemudian mulai berkembang. Talwar mengatakan teleponnya jadi dipenuhi dengan ribuan pesan dari orang-orang yang ingin membantu.

Sejak itu, sumbangan terus mengalir deras dari berbagai pihak. Di antaranya termasuk Penn Medicine yang membawahi Universitas Pennsylvania, yang mulanya berkomitmen menyumbang hingga USD 50 ribu (Rp713,9 juta). 

"Penn Medicine dan University of Pennsylvania berkomitmen menyumbang USD 50.000 dalam donasi yang sesuai untuk dana yang dikumpulkan guna menyediakan kebutuhan mendesak dan esensial untuk infrastruktur perawatan kesehatan dan persediaan medis di daerah-daerah di India yang paling membutuhkan dukungan.

"Terinspirasi oleh upaya Dr. Talwar, hanya dalam enam jam, komunitas Penn melampaui target penggalangan dana USD 50 ribu, memungkinkan kami mendapatkan total donasi sebesar USD 100 ribu untuk mendukung pekerjaannya dan grup lain yang memberikan bantuan ke India hanya dalam hari pertama kampanye kami," kata juru bicara Penn Medicine pada Rabu (5/5).

Talwar telah memosting foto kemajuan di akun Instagram-nya sehingga mereka yang menyumbang dapat melihat dengan tepat ke mana uang mereka pergi, kapan pergi dan bagaimana cara menuju ke tempat-tempat yang paling membutuhkannya.

Dia juga memuji transparansi dalam proses tersebut untuk dirinya dan kesuksesan grupnya sejauh ini.

"Uang adalah satu hal, mudah untuk dikirim, tetapi kami benar-benar membutuhkan orang untuk maju dan melakukan pekerjaan. 

"Sejujurnya, jika Anda memiliki ketidakpercayaan pada sistem, tidak cukup hanya dengan mengatakan 'Kami tidak merasa nyaman berdonasi' atau 'Saya hanya akan memberikan sedikit (sumbangan)'.

"Kami membutuhkan orang-orang untuk mengambil inisiatif dan membuat yakin pekerjaan selesai karena jika tidak, orang-orang sekarat, orang-orang menderita," kata Talwar. []