Lifestyle

Salmonella Ditemukan Di Hasil Produksi Pabrik Pemasok Cokelat Terbesar Di Dunia

Bakteri Salmonella ditemukan di pabrik pemasok cokelat terbesar di dunia, produksi dihentikan sementara


Salmonella Ditemukan Di Hasil Produksi Pabrik Pemasok Cokelat Terbesar Di Dunia
Cokelat (Freepik)

AKURAT.CO,  Bakteri salmonella ditemukan di pabrik pemasok cokelat terbesar di dunia. Pabrik tersebut dijalankan oleh perusahaan asal Swiss berna Barry Callebaut di Kota Wieze, Belgia. 

Dilansir dari laman France24, Barry Callebaut diketahui memasok cokelat ke banyak perusahaan berbasis industri makanan, termasuk diantaranya Hershey, Mondelez, Nestle, dan Unilever. 

Menurut Juru Bicara Barry Callebaut, Korneel Warlop mengatakan bahwa akibat penemuan bakteri salmonella tersebut, kegiatan produksi di pabrik Barry Callebaut dihentikan. 

baca juga:

"Semua produk yang diproduksi telah dihentikan sejak ditemukan adanya bakteri," ujar Warlop dikutip dari AFP, pada Minggu (03/7/2022).

Menurut Warlop, sejauh ini belum ada laporan konsumen cokelat yang terinfeksi salmonella, bakteri yang bisa menyebabkan diare dan demam. 

Barry Callebaut juga saat ini telah menghubungi semua pelanggan, yang diduga telah menerima produk terkontaminasi. 

Perusahaan meminta klien atau pelanggan untuk tidak mengirimkan produk apapun yang telah dibuat dengan produk cokelat Barry Callebaut, khususnya yang diproduksi sejak 25 Juni.

"Barry Callebaut saat ini menghubungi semua pelanggan yang mungkin telah menerima produk yang terkontaminasi. Produksi cokelat di Wieze tetap ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut," paparnya lebih lanjut.

Menurut Warlop, sebagian besar produk yang terkontaminasi masih tersimpan dengan baik di lokasi pabrik. 

Saat ini, penemuan Salmonella di pabrik cokelat tersebut tengah diselidiki oleh badan keamanan pangan Belgia. 

Untuk diketahui, pabrik Barry Callebaut yang dijalankan di Wieze, Belgia, tak memproduksi cokelat yang dijual langsung ke konsumen. Pabrik ini memproduksi cokelat yang biasanya jadi bahan dasar pembuatan makanan atau minuman berperasa cokelat. 

Ini bukan kali pertama pabrik makanan terkontaminasi salmonella. Belum lama ini, salmonella juga ditemukan di pabrik Ferrero di Arlon di Belgia selatan yang memproduksi cokelat Kinder.

Pada 17 Juni lalu, otoritas kesehatan Belgia kembali memberikan lampu hijau untuk pabrik Kinder kembali beroperasi, setelah dilakukan pengujian kembali dan hasilnya negatif.

Lalu, cokelat kinder yang terdistribusi ke Indonesia dari pabrikan Kinder India, juga sudah mulai terdistribusi kembali, setelah hasil pengujian BPOM yakni negatid bakteri salmonella.[]