Tech

'Saliva' jadi Teknologi Baru Deteksi Covid-19 di Indonesia

'Saliva' jadi Teknologi Baru Deteksi Covid-19 di Indonesia

AKURAT.CO, Lebih dari setahun penanganan pandemi Covid-19 merebak di Tanah Air, pengetesan dan pelacakan kasus semakin beragam. Penapisan (screening) maupun tes diagnostik virus SARS COV-2 sudah tersedia dalam beberapa cara. 

Mulai dari tes serologi imunoglobin untuk mengecek antibodi tubuh, tes usap antigen, alat tes pernapasan GeNose, hingga tes usap reverse transcription-polymerase chain reaction (RT-PCR) sebagai acuan standar tertinggi (gold standard).

Belum lama ini, tersedia lagi alat tes diagnostik Covid-19 karya anak bangsa dengan sampel air liur (saliva). Tes diagnostik Covid-19 dengan sampel air liur ini menggunakan metode RT-LAMP (reverse transcription-loop mediated isothermal amplification) yang dapat mendeteksi secara spesifik asam nukleat yang merupakan material genetik dari virus SARS COV-2.

baca juga:

Tes diagnostik ini merupakan hasil pengembangan dari Stem Cell & Cancer Institute sebagai unit R&D PT Kalbe Farma. Piranti ini telah melalui uji performa analitik dan klinis di dalam negeri.

Proses penelitian alat tersebut sudah dilakukan mulai Juni 2020. Pada Maret 2021 telah mendapat nomor izin edar dari Kementerian Kesehatan KEMENKES RI AKD 20303120508 dengan merk ELVA Diagnostic SARS COV-2 Saliva Nucleic Acid Test Kit.

Dilansir dari Indonesia.go.id, peluncuran alat ini lantas mendapatkan dukungan dari Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). 

"RT LAMP Saliva ini bisa menjawab tantangan akan keterbatasan laboratorium kita, yang mungkin tidak semua daerah bisa mempunyai fasilitas ini," jelas Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro, Kamis (25/3/2021).

Dalam hal ini, Kemenristek/BRIN mendorong RT-LAMP Saliva ini agar masuk dalam e-catalog produk inovasi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) sehingga bisa diakses oleh lembaga pemerintah maupun BUMN untuk dapat ditempatkan di ruang-ruang publik.

Menurut Presiden Komisaris PT Kalbe Karma Irawati Setiady, kapasitas produksi LAMP Saliva saat ini adalah 460.000 tes per bulan, dan akan ditingkatkan menjadi 2 juta unit alat tes per bulan.

Azhar Ilyas

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu