News

Saleh Daulay: Tahun Depan Kemenkes Tak Punya Anggaran Beli Vaksin

Kemenkes belum ada anggaran untuk beli vaksin.


Saleh Daulay: Tahun Depan Kemenkes Tak Punya Anggaran Beli Vaksin
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin kepada relawan saat simulasi uji klinis vaksin COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Simulasi tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan tenaga medis dalam penanganan dan pengujian klinis tahap III vaksin COVID-19 produksi Sinovac kepada 1.620 relawan. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

AKURAT.CO, Rencana pemerintah membeli vaksin dari sejumlah negara dipertanyakan politikus PAN Saleh Daulay. Dia mengatakan, dalam RAPBN tahun depan, Kemenkes tidak menganggarkan untuk pembelian vaksin. Padahal, tahun depan bakal jadi tahun paling krusial. Sebab, pemerintah akan melakukan vaksinasi. Pernyataan itu dia sampaikan dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC) tadi malam, Selasa (28/10/2020).

Dia mengatakan, langkah-langkah pemerintah menangani pandemi Covid-19 patut dipersoalkan.

"Saya ingin mempersoalkan terkait dengan langkah-langkah yang dilakukan pemerintah. Ternyata di Kemenkes belum ada anggaran untuk beli vaksin," katanya.

Dia mengatakan, mengetahui persis tidak adanya anggaran khusus untuk pembelian vaksin itu. Sebab, ia terlibat dalam penyusunan anggaran tahun depan di DPR.

"Saya tau persis karena saya ikut bahas anggarannya. Belum ada anggarannya. Mungkin nanti ada dari Dana Alokasi Umum (DAU). Tapi mestinya yang seperti ini harus disampaikan ke kita. Minimal ke DPR. Supaya ada pertanggungjawaban," katanya.

Dia mengatakan, bila pada akhir vaksin itu tiba-tiba ada di Indonesia, DPR, kata dia, tidak mengetahui asal usul anggaran untuk import pengadaan vaksin itu. Dia berharap, pemerintah terbuka soal anggaran import vaksin itu.

"Kalau sekarang tiba-tiba ada barangnya, Saya nggak tau darimana uangnya. Ini negara bukan kayak toko. Begitu kita mau beli, uangnya ada di laci. Barangnya ada," katanya.

Dia meminta pemerintah membuat perencanaan yang baik soal vaksinasi. Baik pengadaan, proses pembelian hingga proses vaksinasi yang akan dilakukan terhadap 70 persen warga Indonesia. 

Sebelumnya, ia juga mengkritik kesiapan vaksin yang akan diberikan pemerintah. Sebab, pemerintah harus menyiapkan 320 juta dosis yang akan didatangkan pemerintah. Dengan asumsi setiap orang akan diberikan 2 kali penyuntikan vaksin. Pemerintah telah berkomitmen untuk mendatangkan 160 juta vaksin dari berbagai negara. Pada saat yang sama, pemerintah juga tengah mengembangkan riset untuk pengadaan vaksin merah putih. []

Ainurrahman

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu