News

Salat Subuh di Masjid Al-Aqsa Berujung Bentrokan, 59 Warga Palestina Terluka

Salat Subuh di Masjid Al-Aqsa Berujung Bentrokan, 59 Warga Palestina Terluka
Warga Palestina bentrok dengan pasukan keamanan Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa, di Kota Tua Yerusalem, Jumat (15/4) ( REUTERS/Ammar Awad)

AKURAT.CO, Polisi Israel dan warga Palestina dilaporkan terlibat bentrokan di kompleks Masjid Al-Aqsa, sebuah situs suci utama bagi umat Islam di Yerusalem. Kerusuhan itu terjadi pada Jumat (15/4) pagi, dengan sedikitnya 59 warga Palestina mengalami luka.

Sebelum fajar, pasukan keamanan Israel sudah mencoba masuk ke area masjid, kata Wakaf Islam yang mengelola situs tersebut. Sementara saat itu, ribuan jemaah sedang berkumpul untuk menunaikan salat Subuh selama bulan suci Ramadan. Israel mengatakan pasukannya ingin memindahkan batu yang telah dikumpulkan untuk mengantisipasi kekerasan.

Sejumlah video yang beredar online menunjukkan detik-detik bentrokan. Dalam salah satu video, warga Palestina terlihat melemparkan batu, sedangkan polisi menembakkan gas air mata dan granat kejut. Sedangkan rekaman lain memperlihatkan jemaah yang membarikade diri di dalam masjid itu dengan kepulan asap yang tampaknya berasal dari gas air mata.

baca juga:

Paca bentrokan, layanan darurat Bulan Sabit Merah Palestina mengonfirmasi bahwa pihaknya mengevakuasi setidaknya 59 orang. Para korban itu, yang semuanya adalah warga Palestina, telah dibawa ke rumah sakit. Wakaf juga telah mengatakan bahwa salah satu penjaga di lokasi ditembak di mata dengan peluru karet.

Kementerian Luar Negeri Israel, sementara itu, telah menyampaikan bahwa pada Jumat pagi, puluhan pria dengan penutup wajah membawa bendera Palestina dan bendera Hamas. Mereka, lanjut kementerian, berbaris menuju kompleks masjid dan mengumpulkan batu. 

"Polisi terpaksa memasuki lapangan untuk membubarkan kerumunan dan memindahkan batu-batu itu, untuk mencegah kekerasan lebih lanjut," tulis kementerian tersebut di Twitter, dikutip dari NPR.

Salat Subuh di Masjid Al-Aqsa Berujung Bentrokan, 59 Warga Palestina Terluka - Foto 1
 Terlihat sejumlah warga Palestina dengan penutup wajah, melempar batu di dekat masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem, selama bentrokan dengan polisi Israel, Jumat (15/4)-REUTERS/Ammar Awad

Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga dalam Islam. Masjid itu dibangun di puncak bukit yang merupakan situs paling suci bagi orang Yahudi, yang menyebutnya sebagai 'Temple Mount' atau Bukit Bait Suci. Situs ini tercatat telah menjadi titik nyala utama bagi kekerasan Israel-Palestina selama beberapa dekade.

Ketegangan meningkat dalam beberapa pekan terakhir menyusul serangkaian serangan oleh warga Palestina yang menewaskan 14 orang di dalam wilayah Israel. Sebagai respons, Israel melakukan gelombang penangkapan dan operasi militer di Tepi Barat yang diduduki. Namun, hal ini ikut memicu bentrokan di mana beberapa warga Palestina tewas.

Selama Ramadan tahun lalu, protes dan bentrokan di Yerusalem pecah hingga berminggu-minggu. Kerusuhan ini akhirnya memicu perang 11 hari dengan kelompok militan Islam Hamas, yang menguasai Jalur Gaza.

Salat Subuh di Masjid Al-Aqsa Berujung Bentrokan, 59 Warga Palestina Terluka - Foto 2
 Bentrokan pada Jumat (15/4) menyebabkan setidaknya 59 orang  terluka, kata layanan darurat Bulan Sabit Merah Palestina-Mahmoud Illean/AP

Menjelang Ramadan tahun ini, Israel mencabut pembatasan dan mengambil langkah-langkah lain untuk meredakan ketegangan. Pada tahun ini, Ramadan bertepatan dengan liburan Paskah Yahudi dan pekan suci Kristen, membuat ribuan peziarah dan pengunjung lain berbondong-bondong ke Yerusalem.

Tapi serangan militer telah menyebabkan gelombang kerusuhan lagi.

Awal pekan ini, Hamas dan kelompok militan lainnya di Gaza telah meminta warga Palestina untuk berkemah di masjid Al-Aqsa selama akhir pekan. Orang-orang Palestina telah lama khawatir bahwa Israel berencana untuk mengambil alih situs atau membaginya.

Di sisi lain, Israel telah menegaskan komitmen mereka untuk mempertahankan status quo. Meski dalam beberapa tahun terakhir, para nasionalis dan penganut agama Yahudi telah mengunjungi situs dalam jumlah besar beserta dengan pengawalan polisi.

Israel merebut Yerusalem timur, rumah bagi Al-Aqsa dan situs suci utama lainnya, dalam perang 1967. Mereka mencaploknya dalam sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional. []