Rahmah

Salat Sambil Mengantuk, Apakah Sah?

Ketika kita melaksanakan salat, terkadang kita melaksanakannya dalam keadaan mengantuk.


Salat Sambil Mengantuk, Apakah Sah?
Ilustrasi mengantuk saat Salat (NU Jatim)

AKURAT.CO Setelah melakukan aktivitas seharian,  terkadang rasa lelah dan mengantuk selalu datang menghampiri. Terutama pada saat melaksanakan salat, kerap kali kita dilanda rasa mengantuk yang berat. 

Lantas bagaimana hukumnya melaksanakan salat sambil ngantuk, sah atau tidak?

Tertidur dalam konsep fikih Mazhab Syafii dianggap sebagai salah satu di antara hal yang berpotensi membatalkan wudlu. Dengan catatan jika orang yang tertidur tersebut berada dalam posisi berbaring, menelungkup, ataupun duduk sambil bersandar kepada sesuatu.

Namun kalau yang bersangkutan tertidur dalam kondisi duduk yang tetap, maka hal tersebut tidak masalah. Ketentuan ini dijelaskan secara panjang lebar oleh Imam As-Syirazi dalam karyanya Al-Muhaddzab sebagai berikut:

 وأما النوم فينظر فيه فإن وجد منه وهو مضطجع أو مكب أو متكئ انتقض وضوؤه، وإن وجد منه وهو قاعد ومحل الحدث متمكن من الأرض فالمنصوص في الكتب أنه لا ينتقض وضوؤه

Artinya: "Adapun tidur (dalam kaitannya dengan wudlu), maka dirinci sebagai berikut. Jika seseorang tertidur dan dia berada dalam kondisi berbaring, menelungkup, atau bersandar (kepada sesuatu), maka wudlunya batal. Namun jika orang tersebut tertidur dalam kondisi duduk dan pantatnya tetap (tidak berubah-ubah) di lantai, maka yang tertulis dalam beberapa kitab (fikih Syafii) bahwa wudlunya tidak batal,".

Berdasarkan ketentuan di atas, maka tidak ada persoalan ketika seseorang tertidur sebelum melaksanakan salat, karena hal tersebut tinggal disesuaikan apakah tidurnya dalam kondisi berbaring, menelungkup, atau bersandar pada sesuatu atau duduk dalam kondisi yang tetap. Jika dalam kondisi yang pertama, maka wudlunya batal sehingga kalaupun dia melaksanakan shalat maka otomatis salatnya pun juga batal karena wudlu merupakan salah satu syarat sah salat.

Tetapi kalau tidurnya dalam kondisi kedua, maka wudlunya tidak batal sehingga ia boleh saja melaksanakan shalat dengan wudlu yang dia lakukan sebelum tertidur.

Sementara tidur saat sedang salat, menurut Imam Nawawi, terdapat perbedaan pendapat. Pendapat yang mendekati kebenaran dalam kasus ini adalah pendapat yang menyatakan bahwa tidur dalam kondisi duduk yang tetap, tidak membatalkan wudlu, baik dalam shalat ataupun tidak, baik tidurnya lama ataupun sebentar.

Sedangkan tertidur dalam kondisi selain itu seperti berbaring, menelungkup, bersandar pada sesuatu, ruku, sujud, ataupun berdiri, akan menyebabkan wudlu dan shalat seseorang menjadi batal. Wallahu a‘lam.[]

Sumber: Jatim.nu.or.id