Rahmah

Salat Gaib untuk Korban Gempa Bumi, Begini Niat dan Rukunnya

Salat Gaib untuk Korban Gempa Bumi, Begini Niat dan Rukunnya
Umat Islam mengajarkan salat (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Umat Islam dianjurkan untuk melakukan salat gaib ketika ada orang meninggal yang tidak terjamah keberadaannya, baik karena jarak atau karena kondisi jenazahnya. Termasuk dalam hal ini ialah salat gaib untuk korban gempa bumi di Cianjur.

Hukum melakukan salat ghaib adalah Fardu Kifayah, yang jika telah ada satu orang saja yang melakukannya, maka gugurlah kewajiban orang yang lainnya. Di bawah ini niat salat ghaib untuk jenazah laki-laki dan perempuan.

Artinya, salat ghaib dapat diklasifikasi tergantung jenis kelamin, yakni tergantung dari jumlah jenazah dan status mushalli-nya apakah menjadi imam, makmum, atau salat sendiri. Dikutip dari NU Online, Apabila jenazahnya laki-laki maka lafal niatnya seperti berikut:

baca juga:

أُصَلِّي عَلَى مَيِّتِ (فُلَانِ) الْغَائِبِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ إِمَامًا/مَأْمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى  

Ushallî ‘alâ mayyiti (fulân) al-ghâ-ibi arba’a takbîrâtin fardhal kifayâti imâman/ma’mûman lillâhi ta’âlâ.   

Artinya: "Saya menyalati jenazah ‘Si Fulan (sebutkan namanya)’ yang berada di tempat lain empat takbir dengan hukum fardhu kifâyah sebagai imam/makmum karena Allah ta’âlâ.”   

Apabila jenazahnya perempuan, maka lafal niat yang dibaca seperti ini:

أُصَلِّي عَلَى مَيِّتَةِ (فُلَانَةٍ) الْغَائِبَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ  فَرْضَ الْكِفَايَةِ إِمَامًا/مَأْمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى   

Ushalli ‘ala mayyitati 'fulanah’ al-ghaibati arba’a takbiratin fardhal kifayâti imaman/ma’muman lillahi ta’ala.   

Artinya, “Saya menyalati jenazah ‘Si Fulanah (sebutkan namanya)’ yang berada di tempat lain empat takbir dengan hukum fardhu kifâyah sebagai imam/makmum karena Allah ta’âlâ.”   

Kemudian jika ditemui jenazah yang banyak, seperti korban bencana alam yang menimpa satu desa, maka lafal niatnya adalah