News

Salahkan Selebaran Propaganda Jadi Pemicu Corona, Adik Kim Jong-un Ancam Balas Korsel

Adik Kim Jong-un telah menuduh Korea Selatan (Korsel) sebagai biang keladi dari munculnya wabah virus corona di Korea Utara (Korut).

Salahkan Selebaran Propaganda Jadi Pemicu Corona, Adik Kim Jong-un Ancam Balas Korsel
Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, telah menyalahkan selebaran propaganda dari Korea Selatan sebagai pemicu munculnya wabah Covid-19 di negaranya ( AFP/Jorge Silva, Pool)

AKURAT.CO  Adik Kim Jong-un telah menuduh Korea Selatan (Korsel) sebagai biang keladi dari munculnya wabah virus corona di Korea Utara (Korut). Dengan perkataan menggebu-gebu, saudara perempuan Kim itu memperingatkan soal 'pembalasan kuat' untuk Seoul.

Retorika baru dari Pyongyang untuk tetangganya itu dibuat Kim Yo-jong pada Kamis (11/8), bersamaan dengan deklrasi Korut atas kemenangan melawan Covid-19. 

Pernyataan itu juga datang setelah sebelumnya Korut mengeklaim bahwa wabah Covid-19 di negaranya disebabkan oleh 'hal-hal asing' yang berada di dekat perbatasan dengan Selatan.

baca juga:

Tudingan itu telah ditolak mentah-mentah oleh Seoul.

Para aktivis Korsel selama bertahun-tahun telah menerbangkan balon berisi selebaran propaganda dan dolar AS ke perbatasan, yang telah lama diprotes Pyongyang. Tahun lalu, larangan untuk menerbangkan selebaran anti-Pyongyang kemudian diberlakukan oleh pemerintah Korsel. 

Namun, Yo-jong pada Kamis kembali menyinggung masalah tersebut, sembari mencapnya sebagai 'kejahatan terhadap kemanusiaan'. Ia pun tegas menyalahkan Seoul atas selebaran tersebut, yang menurut Pyongyang telah memicu merebaknya penyakit Covid-19 negaranya.

Untuk mendukung klaimnya itu, Yo-jong merujuk pada laporan, yang menyebut bahwa banyak negara, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia, telah mengakui bahaya penyebaran penyakit menular melalui kontak dengan benda-benda yang terkontaminasi.

"Sangat mengkhawatirkan bahwa Korea Selatan mengirim selebaran, uang, brosur, dan barang-barang ke wilayah kami," katanya.

Yo Jong lantas memberi peringatan, mengancam 'pembalasan yang kuat' sebagai tanggapan Korut jika pengiriman balon masih terus berlanjut.

"Jika balon-balon itu terus berlanjut, kami akan merespons dengan memberantas tidak hanya virus, tetapi juga otoritas Korea Selatan," ucapnya seperti dikutip dari CNA.

Seoul bulan lalu mengatakan tidak ada kasus infeksi Covid-19 yang diverifikasi secara resmi melalui pos atau materi.

Pada Kamis, Kim menyatakan 'kemenangan cemerlang' dalam pertempuran melawan virus corona. Pengumuman itu dibuatnya setelah para pejabat melaporkan tidak ada kasus baru selama hampir dua minggu.

Namun, para ahli telah meragukan hal itu. Korut dikenal memiliki salah satu sistem perawatan kesehatan terburuk di dunia, dengan rumah sakit yang tidak memadai, hanya memiliki beberapa unit perawatan intensif, dan tidak ada obat atau vaksin untuk perawatan Covid-19.

Bahkan Kim sendiri rupanya menderita Covid-19, demikian komentar Yo Jong. Ia telah mengakui bahwa saudara laki-lakinya itu sempat menderita demam.

"Ia menderita demam tinggi selama hari-hari selama perang karantina ini, tetapi dia tidak bisa berbaring sejenak karena dia memikirkan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya", kata Yo Jong, yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur Departemen Publisitas dan Informasi Partai Buruh Korea, atau WPK.[]