News

Salah Sebut Nama Luhut, Bupati Banjarnegara Kini Akui Salah dan Minta Maaf

Ia mengaku tidak bermaksud untuk menghina Luhut sama sekali karena ia lupa nama belakang Luhut dan susah dalam penyebutannya.


Salah Sebut Nama Luhut, Bupati Banjarnegara Kini Akui Salah dan Minta Maaf
Bupati Banjarnegara, Jawa Tengah, Budhi Sarwono (Screencapture)

AKURAT.CO, Bupati Banjarnegara, Jawa Tengah, Budhi Sarwono, sempat menjadi perbincangan hangat setelah dirinya keliru menyebutkan nama panjang Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Kini setelah videonya ramai dengan salah menyebut nama belakang Luhut, ia pun menyampaikan permohonan maaf dan memberikan penjelasan mengapa dirinya salah menyebut nama panjang Luhut.

"Mohon maaf kemarin saya menyebut Menteri Penjahit, karena saya tidak hapal namanya panjang sekali. Ini sekarang saya baca yang jelas, ini saya baca dan saya mohon maaf, (yang betul) adalah Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan," kata dia dikutip AKURAT.CO dari Instagram @kabupatenbanjarnegara pada Selasa (24/8/2021).

Ia mengaku tidak bermaksud untuk menghina Luhut sama sekali karena ia lupa nama belakang Luhut dan susah dalam penyebutannya.

"Mohon maaf karena tidak hafal jadi disingkat yang mudah. Tapi saya tidak punya tujuan menghina apapun, karena sebisa saya bicara," ucapnya.

Ia juga memohon kepada Luhut agar memaafkannya. "Sekali lagi kami mohon maaf kemarin yang saya sebut Pak Penjahit, karena saya tidak hafal semuanya. Mohon bapak menteri bisa memaafkan saya. Demi Allah, demi Rasulullah saya lahir batin untuk melaksanakan tugas negara," sambungnya.

Dalam video yang beredar, Bupati Banjarnegara menyebutkan Luhut sebagai Menteri Penjahit atau Penjait saat membahas terkait dampak penerapan PPKM dan bantuan sosial yang diturunkan oleh pemerintah.

“Alhamdulillah Banjarnegara dulu BOR 99 peren, turunlah PPKM Darurat. Saya baca aturannya sesuai saran Pak Presiden yang langsung ditindaklanjuti Mendagri, dan dilaksanakan rapat sama menteri penjahit, yang orang Batak itu Menteri Penjahit,” kata dia.

“Dilaksanakan PPKM darurat sampai sekarang PPKM Level 3 dan Level 4, ternyata dengan pembagian jaring pengaman sosial itu efektif efisien,” sambungnya.

Lanjutnya, ia menggambarkan kondisi Banjarnegara sempat mengalami zona merah hampir campur hitam.

“Waktu PPKM Darurat itu 99 persen (BOR-nya), zona merah hampir campur hitam. Setelah instruksi Mendagri dan sesuai saran Pak Presiden dan semua dijabarkan Menteri Penjahit Luhut Penjahit, saya laksanakan instruksinya,” katanya.[]